‘Gempa Politik’ Bersejarah di Malaysia: Mahathir Akan Jadi Perdana Menteri Tertua di Dunia

DR Mahathir Mohamad

KUALA LUMPUR (SALAM-ONLINE): Sebuah aliansi oposisi yang dipimpin oleh mantan Perdana Menteri Malaysia DR Mahathir Mohamad, Koalisi Pakatan Harapan (PKR), telah memenangkan mayoritas suara di parlemen dalam pemilu mengejutkan, Rabu (9/5/2018) yang mengakhiri kekuasaan 60 tahun koalisi Barisan Nasional (BN) yang berkuasa.

Komisi Pemilihan mengatakan pada Kamis (10/5) bahwa koalisi oposisi, PKR, sejauh ini telah memenangkan 112 kursi, BN 76 kursi dan PAS 18 kursi, dari total 222 kursi yang diperebutkan. Sisanya, 16 kursi, diraih untuk DAP, Partai Warisan Sabah dan Partai Solidariti Tanah Airku.

Pemilu adalah salah satu yang paling diperebutkan dalam sejarah Malaysia. Menyebutnya sebagai ‘keajaiban’, Mahathir (92 tahun) yang pernah lama berkuasa sebagai perdana menteri sebelum Najib Razak, keluar dari masa “pensiun”nya untuk “menyingkirkan” mantan anak didiknya itu, Perdana Menteri Najib Razak, yang telah terlibat dalam skandal korupsi besar-besaran.

Mahathir mengatakan dia akan dilantik sebagai pemimpin Malaysia, menempatkannya sebagai perdana menteri tertua di dunia.

Ketika kemenangan partai Pakatan Harapan atau Alliance of Hope menjadi jelas, para pendukungnya berselancar di media sosial dan turun ke jalan-jalan di kota terbesar Malaysia, Kuala Lumpur, dengan mengibarkan bendera-bendera oposisi.

Dilansir Aljazeera, Kamis (10/5) dari Kuala Lumpur, suasana pertemuan publik di ibu kota Malaysia itu berubah menjadi “euforia”.

Perolehan 112 kursi itu diperlukan oleh partai atau aliansi untuk memerintah.

Saat memerintah, Mahathir ditanya, apakah dia akan mengambil tindakan terhadap Najib atas skandal keuangan yang dilakukannya, Mahathir mengatakan bahwa dia tidak akan melakukan “balas dendam”.

“Kami berusaha memulihkan aturan hukum,” kata Mahathir kepada wartawan Kamis (10/5) pagi. Tidak ada komentar dari petinggi BN.

Partai yang berkuasa menghadapi tantangan berat dalam pemilihan Malaysia. Najib, yang telah memerintah selama hampir 10 tahun, diperkirakan akan menyampaikan pidatonya hari ini, Kamis (10/5) pada pukul 11 ​​waktu setempat (03:00 GMT).

Tuduhan korupsi membuat Najib jadi sorotan selama bertahun-tahun. Efeknya membuat pemilih Malaysia memandang buruk terhadapnya.

Departemen Kehakiman AS mengatakan $ 4.5bn dijarah dari dana investasi 1MBD oleh rekanan perdana menteri itu, antara 2009 dan 2014, termasuk US$ 700 juta yang mendarat di rekening Najib. Dia tentu saja menyangkalnya.

Maka, kemenangan PKR adalah kemenangan menakjubkan yang hampir tidak pernah diprediksi oleh siapa pun.

Bridget Welsh, seorang ahli Asia Tenggara di Universitas John Cabot, Roma, mengaitkan kemenangan mengejutkan oposisi ini dengan Mahathir.

“Orang yang telah membuat ini terjadi adalah Mahathir. Dia telah menjadi pengubah permainan yang signifikan. Dia membuat orang merasa bahwa transisi kekuasaan adalah mungkin,” katanya.

“Ini adalah penolakan terhadap pemerintahan Najib dari semua lapisan masyarakat, dari negara bagian utara di pedesaan hingga ke pantai selatan yang kawasan industri,” ujar Welsh.

Oposisi pimpinan Mahatir itu juga meraih kemenangan di negara-negara bagian, termasuk negara bagian Johor, di mana partai Melayu yang dominan di Barisan Nasional didirikan.

Malaysia Kini, sebuah situs berita Malaysia, mengatakan dalam editorialnya: “Ini adalah pertama kalinya negara ini menyaksikan perubahan pemerintahan sejak kemerdekaan dari Inggris pada 1957.”

Kekalahan BN dimungkinkan oleh “tsunami Malaysia”, mana kala semua kelompok etnis utama berubah menjadi penentang koalisi yang berkuasa, tulis editorial tersebut.

Direktur Asia Human Rights Watch, John Sifton, menyebut ‘gempa politik bersejarah’ tengah berlangsung saat ini di Malaysia.

Ampunan untuk Anwar Ibrahim

Mahathir berbalik melawan Najib di tengah skandal keuangan di 1MDB. Ia juga menyebut perannya untuk mengantarkan Najib dalam panggung kekuasaan 10 tahun yang lalu sebagai “kesalahan terbesar dalam hidupnya”.

Mahathir, mantan penguasa itu kemudian bekerja sama dan beraliansi dengan partai yang menentangnya semasa dia berkuasa. Itu termasuk dengan ikon oposisi, Anwar Ibrahim, mantan deputinya yang dipenjara dengan dakwaan yang bermotif politik, menyebabkan langkahnya untuk menggapai kursi perdana menteri terhalang.

Setelah kemenangan nampak di hadapan, Mahathir mengatakan kepada wartawan bahwa dia akan meminta pengampunan kepada kerajaan untuk Anwar, yang menjalani hukuman lima tahun penjara—atas dakwaan yang disebut oleh rakyat pendukungnya sebagai rekayasa politik.

“Begitu (Anwar) diampuni, dia akan memenuhi syarat untuk berdiri sebagai perdana menteri. Tetapi dia masih harus mencalonkan diri untuk pemilihan menjadi anggota parlemen,” kata Mahathir seperti dikutip surat kabar The Star.

Mahathir nampaknya akan bersungguh-sungguh untuk mengantarkan Anwar Ibrahim menapaki kursi perdana menteri.

Banyak pengguna media sosial Malaysia memuji Mahathir dan berterima kasih kepada orang-orang Malaysia atas kemenangan yang mengejutkan itu. Sementara yang lain menyatakan seperti “tidak percaya” pada hasil pemilu yang disebut ‘ajaib’ dan bersejarah tersebut.

“Ini terasa (seperti) sangat tidak nyata … Kami telah begitu mengecilkan untuk transformasi,” tulis seorang pengguna Twitter, Phoebe Shafinaz. Netizen lainnya, Aminah Ibrahim, mengatakan bahwa dia dalam “air mata kebahagiaan”. (S)

Sumber: Aljazeera

Baca Juga