Syariat Jihad bukan untuk Merusak Tempat Ibadah ‘Orang Kafir’

Bom meledak di Gereja Santa Maria tak Bercela, Surabaya, Ahad (13/5/2018)

Tanggapan terhadap Serangan Bom Beberapa Gereja di Surabaya

SALAM-ONLINE: Islam adalah agama mulia. Diturunkan dalam rangka menjaga kedamaian. Hal itu ditunjukkan bagaimana Islam memperhatikan turunnya Syariat Jihad, ternyata didasarkan atas semangat untuk menjaga kedamaian dan melawan kezaliman, bukan arogansi dan tendensi kebencian. Demikian sebagaimana firman Allah ta’ala:

﴿أُذِنَ لِلَّذِينَ يُقَاتَلُونَ بِأَنَّهُمْ ظُلِمُوا وَإِنَّ اللَّهَ عَلَى نَصْرِهِمْ لَقَدِيرٌ (39) الَّذِينَ أُخْرِجُوا مِنْ دِيَارِهِمْ بِغَيْرِ حَقٍّ إِلَّا أَنْ يَقُولُوا رَبُّنَا اللَّهُ وَلَوْلَا دَفْعُ اللَّهِ النَّاسَ بَعْضَهُمْ بِبَعْضٍ لَهُدِّمَتْ صَوَامِعُ وَبِيَعٌ وَصَلَوَاتٌ وَمَسَاجِدُ يُذْكَرُ فِيهَا اسْمُ اللَّهِ كَثِيرًا وَلَيَنْصُرَنَّ اللَّهُ مَنْ يَنْصُرُهُ إِنَّ اللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ (40)﴾

Artinya: “Diizinkan (berperang) kepada orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka dizalimi, dan sesungguhnya Allah Maha Kuasa menolong mereka. (Yaitu) orang-orang yang diusir dari kampung halamannya tanpa alasan yang benar hanya karena mereka berkata: “Tuhan kami adalah Allah.” Seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentu telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadah orang Yahudi dan masjid-masjid yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. Allah pasti akan menolong orang-orang yang menolong (agama)-Nya. Sungguh Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa,” [QS. Al Hajj: 39 – 40]

Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya menukilkan pendapat dari Abdullah bin Abbas –rodhiyallohu ‘anhu, bahwa ayat ini turun di saat Nabi Muhammad ﷺ dan para sahabatnya terusir dari kota Makkah. Ayat ini termasuk ayat pertama yang membahas tentang jihad. [Tafsir Al Quranul ‘Adzim, juz 3, hal 218].

Ayat ini menunjukkan latar belakang diizinkannya kaum Muslimin untuk berperang (jihad), yaitu melawan kezaliman orang-orang kafir yang telah menganiaya dan membunuh mereka dengan semena-mena. Setelah sebelumnya selama kurang lebih 13 tahun, mereka dengan mudahnya menangkapi dan menganiaya orang-orang hanya disebabkan beriman kepada Allah.

Imam al Qurthubi—rohimahullah—menjelaskan dalam tafsirnya bahwa kalau bukan karena Syariat Allah (berupa jihad) yang diperintahkan kepada para Nabi dan kaum beriman dalam memerangi musuh-musuh Allah niscaya orang-orang musyrik akan menguasai tempat-tempat ibadah. Bahkan disebutkan dalam ayat tersebut akan dirusak oleh mereka. Oleh sebab itulah Allah memerintahkan berjihad. Lebih lanjut lagi beliau menukilkan perkataan Imam Ibnu Khuwaizmandad—rahimahullah—bahwa ayat ini menjadi landasan larangan menghancurkan gereje-gereja milik ahlu dzimmah (orang kafir yang hidup di bawah naungan pemerintahan Islam). [lihat, al Jami’ li ahkamil Quran, juz 12 hlm 384–385].

Dalam praktiknya, Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam juga menegaskan tentang rambu-rambu dalam berperang yang mengangkat nilai-nilai kemanusiaan yang tinggi. Hal tersebut terekam dalam hadits beliau:

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا بَعَثَ جُيُوشَهُ قَالَ: ” اخْرُجُوا بِسْمِ اللهِ تُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللهِ مَنْ كَفَرَ بِاللهِ، لَا تَغْدِرُوا، وَلا تَغُلُّوا، وَلا تُمَثِّلُوا، وَلا تَقْتُلُوا الْوِلْدَانَ، وَلا أَصْحَابَ الصَّوَامِعِ ” –رواه أحمد-

Artinya: Dari Ibnu Abbas, ia berkata: Dahulu Rasulullah apabila mengirim pasukannya beliau bersabda, ‘Keluarlah kalian dengan nama Allah, kalian berperang di jalan Allah melawan siapa saja yang berlaku kafir terhadap Allah, (maka) janganlah kalian berkhianat, jangan pula mencuri harta rampasan, jangan pula melakukan mutilasi, janganlah kalian membunuh anak-anak dan jangan pula membunuh orang-orang yang berada di gereja-gereja atau tempat-tempat ibadah,” [HR Ahmad].

Terkait insiden pengeboman beberapa gereja di Surabaya pada 13 Mei 2018, itu merupakan perbuatan keji dan bukan dari Syariat Islam. Tidak diragukan lagi bahwa pelakunya adalah jahat dan tak berperikemanusiaan. Namun yang lebih jahat lagi dan berbahaya adalah orang-orang yang mengeksploitasi isu bom ini, kemudian menjual narasi “terorisme” demi memfitnah islam dan para aktivis Islam serta memecah belah kesatuan umat.

Hanya kepada Allah kita memohon perlindungan dari kesesatan dan kejahatan yang ada di muka bumi ini. Semoga Allah memberikan kepada kita petunjuk untuk bisa melihat kebenaran dan mengikutinya. Wallahu a’lam bis shawab.

Jakarta, 28 Sya’ban 1439 H

Abu Harits, Lc –غفر الله له ولواديه

Baca Juga