Pasukan Penjajah Serang Warga Palestina Saat Shalat Jumat di Al-Aqsha

AL-QUDS (SALAM-ONLINE): Setidaknya dua jamaah Palestina mengalami luka-luka parah dan sejumlah lainnya cedera ringan saat pasukan penjajah Zionis “Israel” menyerang dan menembaki jamaah yang tengah melaksanakan shalat Jumat, Jumat (27/7/2018) kemarin.

Quds Network, Jumat (27/7) men-tweet foto satu orang terlihat terbaring ditandu dengan darah di leher dan di dadanya.

“Selain mereka yang cedera parah, beberapa lainnya luka ringan akibat bentrokan,” Haaretz melaporkan sebagaimana dikutip Middle East Monitor, Jumat (27/7).

Dilaporkan bahwa polisi penjajah memblokir jalan keluar dari dalam komplek masjid. Hal ini menyebabkan kerusuhan berlanjut.

Sementara itu harian penjajah, Haaretz, mengutip pasukan Zionis, menuduh jamaah Al-Aqsha melemparkan batu dan kembang api ke pasukan polisi penjajah.

Aljazeera Arabic men-tweet video yang menunjukkan penembakan intens di dalam komplek Al-Aqsha, ketika warga Palestina mencari tempat berlindung di dekat bangunan. Sementara itu, surat kabar Lebanon, Daily Star melaporkan bahwa “Polisi (penjajah) ‘Israel’ menyegel gerbang ke komplek Masjid Al-Aqsha di Yerusalem (Al-Quds)”.

Dilaporkan bahwa pasukan penjajah Zionis menembaki jamaah Palestina dengan peluru baja berlapis karet dan gas air mata di komplek Masjid Al-Aqsha, Al-Quds.

Video menunjukkan warga Palestina berlarian. Asap juga terlihat mengepul di area komplek Al-Aqsha yang diyakini berasal dari tabung gas air mata yang ditembakkan oleh pasukan penjajah untuk membubarkan kerumunan jamaah.

Sejumlah warga Palestina nampak ditangkapi dan digiring melalui komplek oleh pasukan penjajah bersenjata. Sementara kaum perempuan dan anak-anak terlihat berlindung dari kekerasan dan penembakan yang dilancarkan oleh pasukan penjajah.

Laporan awal menyebut bahwa pasukan “Israel” telah merantai gerbang masjid.

Komplek Al-Aqsha yang terletak di Kota Tua Yerusalem itu adalah tempat ibadah/shalat Jumat bagi ribuan orang Palestina. Kekerasan hari ini, Jumat (27/7) terjadi hanya sepekan setelah lebih dari seribu pemukim ilegal “Israel” menyerang komplek Al-Aqsha di bawah perlindungan pasukan pendudukan/penjajah.

Belum jelas, mengapa pasukan penjajah Zionis itu melancarkan serangan terhadap jamaah yang tengah melaksanakan shalat Jumat tersebut. (S)

 Sumber: Middle East Monitor

Baca Juga