Wartawan Salam-Online Raih Humanity Journalism Award 2018 dari ACT

Penganugerahan Humanity Journalism Award 2018 dari ACT, Kamis, 7 Zulqa’dah 1439/19 Juli 2018, di Gedung Menara 165, Jalan TB Simatupang Kav 1, Jakarta Selatan. (Foto: TBMNM/Salam-Online)

JAKARTA (SALAM-ONLINE): Wartawan Salam-Online TB Nizar Malisy meraih Humanity Journalism Award 2018 dari Lembaga Kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) dalam kategori Foto Jurnalistik sebagai Runner-up. ACT menggelar acara penganugerahan itu pada Kamis (19/7/2018) di Menara 165, Jalan TB Simatupang Kav 1, Jakarta Selatan.

Dalam acara itu, ACT memberikan sejumlah penghargaan terhadap para Jurnalis dan Media Massa yang aktif memberitakan isu kemanusiaan dan aktivitas ACT. Penghargaan dibagi dalam beberapa kategori, di antaranya Kategori Jurnalis Media Online, Jurnalis Foto, Jurnalis Media Cetak, Jurnalis TV, Citizen Journalism, Institusi Media Massa, Penulisan Artikel atau Opini.

Untuk kategori Jurnalis Foto, selain TB Nizar Malisy dari Salam-Online yang menjadi pemenang Kedua atau runner-up, wartawan Tribun Medan Riski Cahyadi ditetapkan sebagai penerima penghargaan Pertama. Keduanya berhasil menyisihkan ratusan peserta lainnya dalam kategori Berita Foto atau Foto Jurnalistik.

“Meskipun menjadi Runner-up, saya senang karena foto saya dipilih dari ratusan foto yang masuk ke dewan juri,” tutur Nizar yang foto beritanya berjudul ‘Selama Ramadhan, ACT Konsen Bantu Pangan di Lima Negara Dilanda Krisis’.

Nizar mengungkapkan bahwa dirinya merasa senang dapat mewakili Media Islam. Karena, kata dia, yang memenangkan berbagai kategori lomba lebih banyak dari “media mainstream”.

“Media Islam yang menjadi pemenang atau yang mendapat penghargaan cuma kita aja, ditambah Republika kalau bisa disebut sebagai media Islam (di kategori lain). Rata-rata ‘media umum’ yang meraih penghargaan,” kata Nizar.

Selain itu, Nizar yang pernah meliput isu kemanusiaan dan pengungsi Suriah di Turki tersebut berharap, wartawan Media Islam tidak kalah dengan jurnalis “media mainstream”. Wartawan media Islam, kata dia, harus memiliki kemampuan bersaing.

“Kita mestinya bukan hanya unggul dalam segi ideologi dan akhlak. Tapi dalam hal kemampuan juga di atas,” harapnya. (isa)

Baca Juga