Listrik di Gaza-Palestina Kini Menyala 8 Jam Setiap Hari

Nampak seorang wanita Palestina di Gaza menggunakan lilin di dapurnya karena tak mendapatkan pasokan listrik di wilayah yang terkepung sejak pertengahan 2007 itu. (Foto: 8 Juli 2015/Ashraf Amra/Apaimages)

GAZA (SALAM-ONLINE): Perusahaan Listrik Palestina di Jalur Gaza yang terkepung mengumumkan pada Ahad (28/10/2018) bahwa mereka telah kembali ke rancangan listrik delapan jam per hari, setelah selama dua tahun terakhir listrik di wilayah tersebut hanya menyala empat jam per hari.

“Kami diberitahu oleh Otoritas Sumber Daya Alam dan Tenaga Listrik bahwa generator ketiga dari pembangkit listrik akan dioperasikan pada Ahad, jadi kami akan mulai mengoperasikan listrik delapan jam dan delapan jam off,” perusahaan listrik Palestina di Gaza menyatakan sebagaimana dilansir Middle East Monitor (MEMO), Senin (29/10).

Selama dua tahun terakhir, warga Palestina yang tinggal di daerah kantong yang dikepung itu menggunakan listrik hanya selama empat jam per hari. Perusahaan Listrik juga diharuskan mengikuti rancangan operasional yang sangat rumit untuk menjamin distribusi kecil ini.

Dalam laporan yang dikeluarkan tentang dampak kekurangan listrik di Jalur Gaza, Pusat Hak Asasi Manusia Al-Mezan mengatakan bahwa 32 warga Gaza, termasuk 25 anak dan seorang wanita, meninggal, dan 36 lainnya—termasuk 20 anak dan enam wanita—terluka antara 2010 dan 2018 dalam kebakaran yang disebabkan oleh penggunaan lilin dan generator rumah tangga sebagai alternatif untuk listrik.

Jalur Gaza berada di bawah blokade penjajah Zionis-Mesir sejak pertengahan 2007. Satu-satunya pembangkit listrik di Gaza jadi sasaran serangan beberapa kali oleh jet tempur penjajah Zionis sejak 2006. (mus)

Sumber: MEMO

Baca Juga