Istri Dahnil Menantang yang Fitnah Suaminya Korupsi ke Meja Hijau

Istri Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Heni Novitasari, menantang siapa pun yang memfitnah suaminya, Dahnil Anzar, dengan menuduhnya korupsi, untuk membuktikannya di pengadilan. Berikut curahan hati Heni, membantah dan menjelaskan yang sesungguhnya terjadi atas fitnah terhadap sang suami di akun Facebooknya, Sabtu (24/11/2018):

Heni Novisari dan sang suami, Dahnil Anzar Simanjuntak, Ketum PP Pemuda Muhammadiyah

TANGERANG (SALAM-ONLINE): Buat beberapa teman saya yang bukan bagian dari pemuda Muhammadiyah, bahkan bukan bagian dari Muhammadiyah, jangan karena fanatiknya pada capresmu kemudian kamu sotoy menghina-hina, memfitnah, tanpa kalian bertabayun dulu. Jangan karena beda pilihan pada Pilpres, kalian jadi mudah ikut andil dalam kegiatan fitnah.

September 2017, Pak Menpora mengundang pemuda Muhammadiyah untuk datang ke kantornya. Setiba di sana, suami saya sudah melihat ketua GP Anshor.

Inti dari pertemuan itu, Pak Presiden dan Menpora mengajak gabung untuk membuat acara Akbar, gabungan antara Pemuda Muhammadiyah dan GP Anshor yang difasilitasi oleh Menpora. Acara tersebut untuk meredam isu-isu yang berkembang saat itu. Isu pemerintahan Pak Jokowi anti Islam, krimanilasasi agama, PKI, dan sebagainya.

Kemudian atas saran bapak-bapak pimpinan pusat Muhammadiyah dan kesepakatan anggota pemuda Muhammadiyah untuk menerima tawaran itu, ditunjuklah Ahmad Fanani sebagai ketua panitia.

Dalam acara itu PP Pemuda Muhammadiyah diberikan dana 2 M dan GP Ansor 3M. Dana 2 M yang diberikan ke Pemuda Muhammadiyah itu masuk ke rekening Pemuda Muhammadiyah. Ya, ke rekening Pemuda Muhammadiyah, bukan ke rekening Dahnil Anzar, Ahmad Fanani, dan lainnya.

Saya ulang ya, masuk ke Rekening Pemuda Muhammadiyah. Dan dana 2M itu pure digunakan untuk membiayai acara tersebut.

Sekarang, tiba-tiba ini menjadi masalah. Lho aneh, harusnya Menpora yang muncul dan bertanggung jawab atas dana yang dikeluarkan, kenapa Pemuda Muhammadiyah yang disoroti? Toh kapasitas Pemuda Muhammadiyah saat itu diajak dan Pemuda Muhammadiyah telah membantu pemerintah untuk meredam isu-isu itu.

Parahnya lagi media membuat framing negatif seperti Kumparan, dan lain-lain, membuat judul Dahnil Anzar telah korupsi, dan sebagainya tanpa bertabayun dulu. Dan yang ‘Projo’ keasyikan goreng tanpa disadari melakukan fitnah yang mereka tidak tahu kebenarannya. Kasihan ???…

Kini uang 2 M itu dikembalikan oleh Panitia, ya oleh Panitia, bukan dikembalikan oleh Dahnil Anzar karena suami saya gak ada urusan dengan uang itu. Kenapa dikembalikan, karena ini masalah harga diri Pemuda Muhammadiyah.

Terus ada yang bilang, lah enak banget yah, uang 2 M ngendap di rekening Dahnil sudah dapat berapa tuh bunganya? Anda kalau ngomong itu berpikir dikit jangan ‘dungu’ (pinjam istilah RG). Dari awal dana 2 M itu gak masuk ke rekening suami saya, jangan sok tahu.

Dan saat Menpora memberikan dana 2 M ke pemuda Muhammadiyah, uang itu digunakan full untuk kegiatan acara (yang diminta Kemenpora) dan itu ada bukti-buktinya. Kalau mau lihat, sini main ke kantor Pemuda Muhammadiyah. Jadi,ketika uang Menpora dikembalikan oleh panitia, berarti secara otomatis acara kemah Akbar 2017 itu, dibiayai Pemuda Muhammadiyah sendiri. Sampai sini PAHAM kan? Buat Muhammadiyah, uang 2 M itu kecil, tak perlu ngemis-ngemis …??

Kalau suami saya gila jabatan, uang dan sebagainya itu sudah dilakukan sejak lama. Gak sedikit tawaran dan iming-iming yang menggiurkan. Tapi buat suami saya Integritas tidak bisa dibeli oleh apapun.

Buat kita, kita gak takut miskin karena Allah yang Mencukupkan. Kita gak takut gak dapat jabatan karena jabatan hanya amanah. Dan selama suami saya menjadi ketua umum Pemuda Muhammadiyah, suami saya gak cari makan dan mencari keuntungan di situ seperti apa yang kalian tuduhkan. Kalian bisa cek laporan keuangan pemuda Muhammadiyah, dana yang masuk dan keluar… Itu murni untuk kegiatan Pemuda Muhammadiyah.

Suami saya sangat menjaga saya, istri dan anak-anaknya untuk tidak makan dari uang-uang yang diberikan atas nama Pemuda Muhammadiyah. Jadi ingat saat Tanwir di Tangerang di hotel Narita saat dihadiri Pak Jokowi, posisi hotel dekat dengan rumah saya.

Saya datang pas acara Tanwir karena akan ditutup oleh pak Jokowi. Saya inget betul pas saya datang ke hotel itu bersama anak-anak saya saat peserta Tanwir makan siang. Saat itu suami saya mengajak saya dan anak-anak untuk makan di luar hotel. Ya, makan di warung yang tidak jauh dari hotel. Suami saya tak mengizinkan saya dan anak-anak untuk makan di hotel.

Saya inget betul saat kita lagi asyik makan di warung, ada bapak-bapak berkata, ini yang punya acara siapa yah, keren, sampai Pak Presiden hadir… Kami yang lagi makan senyum-senyum nahan ketawa.

Suami saya mengajarkan saya dan anak-anak untuk tidak aji mumpung. Jangan kan kami menginap di hotel itu, untuk mkan aja saya dan anak-anak dilarang suami.

So… Kalau kalian masih menebar fitnah bahwa suami saya, Dahnil Anzar dan kawan-kawan Pemuda Muhammadiyah, Ahmad Fanani, Putra Batubara, dan lainnya dituduh melakukan KORUPSI, saya, Heni Novitasari menantang siapa pun kalian yang telah membuat status, berkomentar yang menyebar fitnah, untuk ngopi romantis di meja hijau. Silakan kalian tunjukkan bukti-buktinya.

Saya dan istri dari Pemuda Muhammadiyah, Susanna Bahri (istri dari Putra Batubara), Ines (istri Mas Fanani), dan lain-lain, ikhlas suami kami berjuang dakwah menghabiskan waktu penuh di Pemuda Muhammadiyah tanpa gaji, dan sebagainya. Tapi jika kalian menebar fitnah atas suami-suami kami, kami tidak tinggal diam lho.

Tangerang, 24 November 2018

Heni Novitasari

Sumber: FB Heni Novitasari

Baca Juga