Polisi Penjajah Minta Selidiki 4 Kasus Skandal Korupsi Netanyahu

Benjamin Netanyahu

SALAM-ONLINE: Polisi Zionis merekomendasikan Kejaksaan penjajah untuk menginvestigasi empat kasus skandal korupsi terhadap Perdana Menteri penjajah Benjamin Netanyahu, media Zionis melaporkan seperti dilansir Middle East Monitor (MEMO), Sabtu (17/11/2018).

Channel 10 Zionis melaporkan bahwa Kasus 4000 (yang juga dikenal sebagai kasus Bezeq) akan menjadi dokumen ketiga rekomendasi polisi untuk Netanyahu yang dituntut karena korupsi. Sebelumnya Netanyahu direkomendasikan dituntut dalam dua Kasus: 1000 dan 2000.

Channel 10 menambahkan bahwa istri Netanyahu, Sara Netanyahu, juga akan diselidiki bulan depan untuk dugaan keterlibatannya dalam Kasus 4000.

Mengomentari investigasi, Netanyahu mengatakan bahwa dia yakin kasusnya akan ditutup tanpa dakwaan apapun terhadapnya.

Kasus 4000 berkenaan dengan dugaan Netanyahu dan Shaul Elovitch—kepala raksasa telekomunikasi Bezeq Communications dan pemilik situs berita Walla—yang mengungkap Netanyahu menjanjikan konsesi dan layanan pemerintah sebagai ganti liputan yang menguntungkan di situs berita milik raksasa telekomunikasi tersebut.

Di bawah dugaan aturan yang direncanakan ini, Bezeq diperkirakan telah menerima ratusan juta dolar selama periode Netanyahu menjadi Menteri Komunikasi.

Netanyahu saat ini sedang diselidiki dalam tiga kasus. Kasus keempat yang dijuluki Kasus 3000 berkaitan dengan keterlibatan pengacara dan sepupunya, David Shimron, dalam mengatur kesepakatan pertahanan yang menguntungkan.

Pada 13 Februari 2018, polisi penjajah merekomendasikan Netanyahu untuk dituntut dalam dua kasus.

Pada Juni lalu, Sara Netanyahu dituntut dalam kasus “penipuan dan pelanggaran kepercayaan” setelah polisi melakukan penyelidikan panjang terhadap tuduhan pemalsuan biaya atas nama keluarga.

Hukum Zionis mengharuskan menteri apa pun di pemerintahan untuk mengundurkan diri jika dituduh secara resmi melakukan korupsi.

Sementara Netanyahu mengklaim bahwa dia tidak bersalah. Dia mengaku sebagai korban dari kampanye yang dilancarkan oleh media dan oposisi yang bertujuan untuk menggulingkan pemerintahannya. (mus)

Sumber: MEMO

Baca Juga