Protes Hukuman Mati, Tahanan Politik Rezim Suriah Lakukan Mogok Makan

Tahanan di penjara rezim Suriah melakukan mogok makan sebagai protes atas hukuman mati yang diberikan kepada tahanan politik.HAMA (SALAM-ONLINE): Puluhan tahanan di sebuah penjara Suriah melakukan mogok makan setelah protes mereka lancarkan pekan lalu terhadap hukuman mati yang dijatuhkan kepada 11 tahanan politik.

Saat berita ini dilaporkan, mogok makan berturut-turut tengah memasuki hari kesembilan.

Tahanan di penjara Hama yang berhasil berbicara dengan wartawan melalui telepon mengatakan bahwa pemogokan dimulai pada 12 November 2018 lalu, setelah beberapa pria dijatuhi hukuman mati karena peran mereka dalam protes anti-rezim yang dimulai pada 2011.

“Kami memulai mogok makan untuk memprotes hukuman mati terhadap 11 tahanan dan keputusan untuk memindahkannya ke Saydnaya (dekat Damaskus, red),” kata seorang tahanan, mengacu pada penjara dekat Damaskus, yang digambarkan oleh Amnesty International sebagai “rumah jagal manusia”.

Para tahanan ingin jaminan bahwa narapidana di Provinsi Hama lainnya, yang kasusnya masih tertunda, tidak dijatuhi hukuman mati.

Pekan lalu, keluarga para tahanan juga melakukan protes di luar penjara yang terkenal kejam itu. Mereka meminta agar hukuman mati tak dijatuhkan. Beberapa dari mereka juga mengambil bagian dalam aksi mogok makan sebagai bentuk solidaritas terhadap mereka yang divonis hukuman mati.

Rezim Suriah menahan sekitar 1.000 orang di penjara Hama, termasuk mereka yang ditahan dalam kasus protes anti-rezim yang dimulai pada musim semi tahun 2011.

Pada 2016, kerusuhan terjadi di penjara Hama. Dalam kerusuhan itu para tahanan berhasil menyandera direktur penjara dan kepala polisi. Keduanya kemudian dibebaskan setelah negosiasi—selain beberapa hukuman tahanan diringankan.

Sejak insiden itu, para narapidana mempertahankan kebebasan mereka di penjara. Para tahanan juga diizinkan membawa telepon seluler.

Namun setelah berbicara kepada media pekan lalu, Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR) mengatakan kemarin bahwa pihak penjara telah menindak para tahanan, memblokir internet dan menyita ponsel mereka, sehingga menambah kekhawatiran atas keselamatan orang-orang ditahan itu.

Human Rights Watch (HRW) telah mengecam hukuman mati dan menyerukan tuntutan para pemogok makan untuk dipenuhi.

“Aksi mogok para tahanan yang terus berlangsung adalah pengingat gamblang tentang proses peradilan yang cacat di Suriah,” kata HRW seperti dikutip Middle East Monitor (MEMO), Selasa (20/11).

Komite Pengacara Pembebasan Suriah juga telah meminta masyarakat internasional agar segera melakukan intervensi untuk menyelamatkan puluhan ribu tahanan di penjara rezim Basyar Asad tersebut, terutama mereka yang kelaparan di penjara Hama.

Lebih dari 100.000 warga Suriah diyakini tewas karena disiksa di penjara rezim—sekitar 30.000 terdapat di pusat penjara Saydnaya yang terkenal kejam. Mantan tahanan telah bersaksi tentang kondisi pemenjaraan mereka dengan siksaan brutal di “ruang bawah tanah”. (mus)

Sumber: MEMO

Baca Juga
awefawef90330
%d bloggers like this: