Bantuan dari Turki Terus Mengalir ke Yaman

Bantuan kemanusiaan dari Turki terus mengalir ke Yaman. Namun pejabat Yaman menyerukan bantuan dari Turki itu lebih banyak lagi. “Orang-orang di negara kami sekarang menebang pohon dan memakannya,” kata seorang pejabat di Yaman.SANLIURFA (SALAM-ONLINE): Yaman menyerukan lebih banyak bantuan kemanusiaan dan perlindungan dari Turki, kata Wakil Menteri Administrasi Lokal Yaman, Hasan Alsoudi.

“Ada kebutuhan mendesak akan bantuan kemanusiaan di Yaman. Orang-orang di negara kami sekarang menebang pohon dan memakannya,” ungkap Alsoudi kepada kantor berita Anadolu, Senin (10/12/2018).

Dia mendesak semua donatur di Turki agar menyelamatkan warga Yaman.

“Terutama kami mengucapkan selamat dan terima kasih kepada Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, bagi kami sekarang adalah untuk menggalang bantuan dari Turki, benar-benar menarik dalam masalah umat Islam,” tegasnya.

Alsoudi mengatakan bantuan yang diterima dari Turki telah meningkat dari hari ke hari. Banyak lembaga dan organisasi non-pemerintah terus mengirim uang ke Yaman.

“Bantuan dari Turki terus mengalir ke Yaman. Kami ingin Turki membantu lebih banyak dan melindungi Yaman,” harapnya.

Alsoudi mengatakan 22 juta orang di Yaman membutuhkan makanan yang mendesak dan sekitar 4 juta orang mengungsi.

“Kami sangat membutuhkan pakaian, makanan dan selimut. Kami juga sangat membutuhkan dukungan pendidikan,” kata Alsoudi.

Badan keagamaan Turki telah meluncurkan kampanye bantuan untuk mengumpulkan uang bagi warga di Yaman yang dilanda perang.

Diluncurkan oleh Direktorat Urusan Agama Turki (Diyanet) dan Turkiye Diyanet Foundation (TDV), kampanye menggalang uang untuk Muslim Yaman, yang berjuang melawan kelaparan, penyakit dan perang sipil.

Yaman telah dilanda kekerasan sejak 2014 ketika kelompok pemberontak Syiah Houthi menguasai sebagian besar wilayah di negara itu. Krisis meningkat pada 2015, ketika koalisi yang dipimpin Saudi melancarkan serangan udara yang menghancurkan dengan tujuan untuk mengembalikan pemerintahan yang sah di Yaman.

Puluhan ribu orang, termasuk warga sipil, diyakini telah dibunuh. PBB memperkirakan sekitar 14 juta warga Yaman berisiko kelaparan. (mus)

Sumber: Anadolu Agency

Baca Juga