Hikmatyar Ajak Thaliban Bergabung dengannya dalam Pilpres Mendatang

Mantan Pemimpin Mujahidin Afghanistan saat perang Afghan melawan Uni Soviet (Rusia), Gulbuddin Hikmatyar, bertekad untuk memberikan bagian yang adil dalam pemerintahan masa depan bersama Thaliban.

Gulbuddin Hikmatyar

KABUL (SALAM-ONLINE): Pemimpin Partai Hizbul Islam Afghanistan, Gulbuddin Hikmatyar, mengajak Thaliban untuk bergabung dengan partainya dalam pemilihan presiden yang akan datang di negara yang dilanda perang itu.

Pemilihan Presiden di Afghanistan akan jatuh tempo pada April tahun depan. Presiden saat ini, Mohammad Ashraf Ghani, jadi kandidat utama.

Menggelar sebuah konferensi pers di markas partainya di Kabul, Ahad (16/12/2018), Hikmatyar seperti dilansir Anadolu Agency (AA) mengatakan bahwa partainya telah mendekati Thaliban untuk mengikuti pemilu dari satu parpol.

Sejauh ini Thaliban tidak merespons ajakan Hikmatyar. Namun, Thaliban dikabarkan meminta perunding perdamaian AS, Zalmay Khalilzad, untuk menunda pemungutan suara April 2018 mendatang, menurut Radio setempat, Azadi.

Dalam diplomasi yang luas, Khalilzad dijadwalkan bertemu dengan para pejabat tinggi Pakistan di Islamabad pada Senin (17/12) untuk mendorong penyelesaian damai perang Afghanistan.

Hikmatyar juga menguliti pemilihan legislatif (parlemen) yang diadakan di Afghanistan pada Oktober 2018 lalu sebagai “curang dan direkayasa secara sistematis”. Dia meminta pemerintah Kabul untuk menolak semua suara yang diberikan tanpa verifikasi biometrik pemilih.

Awal tahun ini, Hikmatyar, mantan pemimpin Mujahidin Afghanistan saat perang Afghan melawan Uni Soveit (Rusia) itu, melontarkan gagasan memberikan “zona aman” kepada Thaliban dalam upaya mendorong kelompok tersebut untuk bergabung dengan proses perdamaian.

Namun, juru bicara Thaliban, Zabihullah Mujahed, menyebut gagasan itu sebagai “tindakan yang secara praktis memisahkan Afghanistan”.

Pada Juni 2017, setelah 20 tahun di pengasingan, Hikmatyar menegaskan kembali dukungannya terhadap pemerintah di Kabul yang dipimpin oleh Presiden Mohammad Ashraf Ghani. Dengan Ashraf Ghani, Hikmatyar menandatangani perjanjian damai pada September 2016.

Pria berusia 70 tahun yang sekarang tinggal di sebelah markas besar partai politiknya di jantung kota Kabul, telah berjanji pada berbagai kesempatan untuk menengahi antara Thaliban dengan pemerintah Afghan. (mus)

Sumber: AA

Baca Juga