Makassar Jadi Tuan Rumah MUSPIMNAS LIDMI 2018

Lingkar Dakwah Mahasiswa Indonesia (LIDMI) menggelar Musyawarah Pimpinan Nasional di Makassar, Sabtu-Ahad (29-30 Desember 2018). “Tsunami yang terjadi di Selat Sunda, serta tragedi pelanggaran HAM bagi Muslim Uighur di Provinsi Xinjiang, Cina, juga akan kami perbincangkan dalam forum ini,” kata Ketua Umum Pimpinan Pusat LIDMI, Hamri Muin.   

Mukernas II LIDMI mempersiapkan program keumatan. (Dok LIDMI)

MAKASSAR (SALAM-ONLINE): Menghadapi masalah bangsa yang kompleks, apalagi menjelang tahun politik 2019, Lingkar Dakwah Mahasiswa Indonesia (LIDMI) menggelar Musyawarah Pimpinan Nasional (MUSPIMNAS) di Makassar, Sabtu (29/12/2018) hingga Ahad (30/12) mendatang.

MUSPIMNAS LIDMI 2018 ini dihadiri oleh jajaran Pimpinan Wilayah dan Pimpinan Daerah LIDMI Se-Indonesia, yang kemudian menggelar Kongres untuk membicarakan pelbagai permasalahan internal dan eksternal LIDMI seperti kepemudaan, sosial dan materi kebangsaan lainnya.

Ketua Umum Pimpinan Pusat LIDMI, Hamri Muin, menyampaikan, LIDMI sebagai Lembaga yang menyatukan pergerakan dakwah kampus di Indonesia harus mempersiapkan dan memperbaiki diri untuk membekali para aktivis dakwah kampus dalam berkontribusi bagi kemajuan bangsa.

“MUSPIMNAS adalah momen yang sangat berharga bagi LIDMI, karena di dalamnya kita menjaga kekuatan persaudaraan antar Pimpinan Lembaga di berbagai daerah dan saling mengintrospeksi diri terkait perjalanan amanah selama satu tahun berjalannya kepengurusan,” jelasnya.

Hal yang lebih utama, lanjut dia, adalah memberikan arahan umum untuk satu tahun ke depan bagi seluruh Pimpinan LIDMI di berbagai daerah.

“Tahun depan, 2019, adalah tahun yang diprediksi akan berjalan hangat. Pasalnya terdapat pesta demokrasi yang tentu rentan terjadi pergesekan. Maka LIDMI akan berusaha tampil dengan kekuatan pemuda dan mahasiswanya yang tersebar di berbagai kampus di Indonesia untuk menjaga persatuan dan kesatuan masyarakat, yang memang menjadi tugas kami para Mahasiswa sebagai Social Control,” tuturnya.

Kegiatan ini juga, kata Mahasiswa Program Pascasarjana Universitas Hasanuddin ini, akan membahas permasalahan kemanusiaan yang terjadi di Indonesia maupun Dunia.

“Tsunami yang terjadi di Selat Sunda, serta tragedi pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) bagi Muslim Uighur yang ada di Provinsi Xinjiang Cina, juga akan kami perbincangkan dalam forum ini untuk memasifkan peran LIDMI dalam membantu mengatasi kedua permasalahan tersebut, dan juga masalah bangsa dan dunia Islam yang lain,” tukasnya.

MUSPIMNAS LIDMI 2018 dijadwalkan dibuka secara resmi pada Sabtu (29/12) oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan sebagai tuan rumah, dalam kegiatan Seminar Kepemimpinan Dakwah Kampus yang menghadirkan Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Islam dan Bahasa Arab (STIBA) Makassar, Ustadz Muhammad Yusran Anshar dan Direktur Yayasan Amal Jariyah Indonesia, Ardian Kamal. []

Baca Juga
awefawef92070
%d bloggers like this: