Dikunjungi Uighur, Warga Pandeglang: Lagi Kesusahan, Mereka Masih Bantu Kita

Agung, salah seorang warga Sumur mengungkapkan bahwa ia sangat berterima kasih kepada Muslim Uighur yang memberikan bantuan, meskipun di negaranya sendiri, mereka sedang kesusahan.

Seyyit Tumturk bersama warga Tanjungjaya. (Foto: M Jundii/INA)

PANDEGLANG (SALAM-ONLINE): Rombongan Muslim Uighur yang dipimpin Seyyit Tumturk, Ketua Majelis Nasional Turkistan Timur, menyalurkan bantuan berupa uang donasi $ 30.000 USD kepada korban bencana Tsunami Selat Sunda di Pandeglang, Banten, Selasa (15/1/2019).

Bersama AQL Peduli, rombongan memberikan sekitar Rp 300 juta pada empat titik di Pandeglang.

Titik pertama yang didatangi adalah Desa Cigujang, Tanjungjaya. Di daerah tersebut, rombongan disambut hangat oleh penduduk sekitar. Melalui penerjemah, Seyyit Tumturk bercengkerama dengan Maman, Ketua RT 02 Kampung Cigujang, dan Sunarta, Ketua RW 12 Tanjung Jaya.

“Jauh-jauh dari Turkistan Timur datang ke sini, memberikan bantuan dengan sangat ikhlas. Saya menerima apa pun yang diberikan, yang penting adalah keikhlasannya,” ujar Maman seperti dilansir INA News Agency (INA)—sindikasi berita bentukan Jurnalis Islam Bersatu (JITU), Rabu (16/1).

Sunarta menambahkan, “Kami tidak bisa berbicara banyak. Yang bisa kami ucapkan hanyalah berterima kasih atas kebaikan dari Turkistan (Uighur) tadi. Hanya Allah yang tahu. Kami minta doakan dari mereka supaya kami diberi ketenangan.”

Melalui AQL Peduli, Rombongan Uighur memberikan bantuan sebesar Rp 50 Juta untuk warga yang kehilangan rumahnya, dengan harapan dapat kembali membangun hunian tetap untuk keluarga mereka.

Selanjutnya, rombongan mendatangi Desa Cikoneng, Tanjung Jaya. Dari kejauhan anak-anak nampak sudah berkumpul menunggu rombongan Uighur. Setibanya di sana, Ibu Gulbakhar Cililova, yang pernah menjadi tahanan Kamp Penyiksaan Cina selama kurang lebih 16 bulan, memberikan minuman susu kotak kepada anak-anak yang berkumpul tersebut.

Seyyit Tumturk bersama warga Sumur. (Foto: M Jundii/INA)

Secara Simbolis, rombongan Uighur juga memberikan bantuan sebesar Rp 50 juta kepada warga Desa Cikoneng yang diterima ketua RT 03/06, desa Banyuasih, kecamatan Cigelis, Juharna.

“Harapan saya yang mewakili semua, saya mengucapkan banyak terima kasih kepada donatur dari Uighur, terima kasih atas bantuannya,” ujar Juharna.

Sebelum bergeser ke tempat warga di Kecamatan Sumur, Seyyit Tumturk juga memberikan jajanan kepada anak-anak desa.

Sepanjang perjalanan menuju Kecamatan Sumur, di kiri kanan jalan masih terlihat sisa-sisa rumah warga yang dihempaskan tsunami. Beberapa kali juga, ketika melewati anak-anak desa di sepanjang jalan, rombongan Uighur memberikan jajanan yang sudah disiapkan.

Khusus untuk terdampak di daerah Kecamatan Sumur, AQL Peduli menyalurkan bantuan dari Uighur sebanyak Rp 200 Juta, karena di desa sumberjaya Kecamatan Sumur, lebih dari 50 rumah yang hancur total.

“Meskipun rumahnya hancur, namun Allah masih memberi keselamatan kepada kalian,” ujar Seyyit Tumturk kepada warga.

Agung, salah satu warga Sumur mengungkapkan bahwa ia sangat berterima kasih kepada Muslim Uighur yang memberikan bantuan, meskipun di negaranya sendiri, mereka sedang kesusahan.

“Lagi kesusahan, tapi mereka masih membantu kita, karena rasa peduli mereka sebagai sesama Muslim. Padahal di sini tidak banyak yang tahu tentang Uighur ini,” ujar Agung.

Mengakhiri kunjungan ini, usai shalat AShar, rombongan Uighur bertemu dengan Ulama yang dituakan di Masjid Al Makmur, Desa Sumber Jaya, Kecamatan Sumur, KH Zamakhsyari. Seyyit Tumturk juga mengucapkan terima kasih kepada Muslim Indonesia atas aksi yang dilakukan di depan Kedubes Cina untuk membela Muslim Uighur.

“Kita juga memberikan dan menyatakan belasungkawa kita kepada masyarakat yang menerima kami di sini,” ujar Tumturk.

KH Zamakhsyari pun menerima kunjungan tersebut dan mengungkapkan rasa terimakasihnya atas bantuan yang diberikan kepada warga Pandeglang, Banten.

Seyyit Tumturk bersama KH Zamakhsyari

“Kami masyarakat Banten, berterima kasih atas kunjungannya dan menyatakan belasungkawa kami. Kami merasa sangat bersimpati terhadap Muslim di Cina yang tertindas. Mudah-mudahan Ukhuwah Islamiyah kita dengan sesama Muslim, khususnya Muslim Uighur terjalin dengan sangat baik, karena semua Muslim adalah bersaudara,” ungkapnya.

Usai menyalurkan bantuan, Rombongan Uighur langsung bertolak ke Bandara Soekarno Hatta untuk terbang kembali ke tempat tinggal sementara mereka di Turki pada Selasa tengah malam.

Sementara yang disalurkan melalui AQL Peduli sebesar Rp 300 Juta. Sisanya, sekitar Rp 120 Juta akan disalurkan kepada warga Lampung Selatan yang juga terkena tsunami.

Muhammad Jundii (INA)

Baca Juga