Sarat Konspirasi AS-Zionis, Rusia Boikot Konferensi Timur Tengah di Warsawa

Para pejabat Palestina menyebut konferensi itu sebagai “konspirasi AS-Zionis yang bertujuan menghilangkan penyebab Palestina”.

Penasihat Senior Presiden AS yang juga menantu Donald Trump, Jared Kushner (tengah) saat pembukaan sidang paripurna pada Konferensi Internasional ‘Masa Depan Perdamaian dan Keamanan di Timur Tengah’ yang disponsori oleh AS dan Polandia di Stadion Nasional, Warsawa, Polandia, Kamis (14/2/19). (Foto: O. Marques/AA)

SALAM-ONLINE: Rusia memutuskan untuk memboikot Konferensi Internasional mengenai ‘Masa Depan Perdamaian dan Keamanan di Timur Tengah’, dengan tidak menghadiri konferensi yang dipimpin oleh AS di ibu kota Warsawa, Polandia itu.

Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan di media sosial bahwa pertemuan yang secara resmi dibuka pada Rabu (13/2/2019) di Warsawa itu “adalah upaya baru AS untuk mempromosikan kepentingan geopolitik sepihak melalui inisiatif yang disajikan untuk membentuk opini publik internasional”.

Rusia mengecam upaya AS untuk mempengaruhi pengambilan keputusan terkait Iran, Al-Sharq Al-Awsat melaporkan, mengutip kantor berita Rusia Interfax, lansir MEMO, Kamis (14/2).

Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan, “Konspirasi negara-negara besar seperti Amerika tidak akan mempengaruhi kebijakan kami.”

AS, yang percaya bahwa Iran sedang mengembangkan bom nuklir, menyatakan akan mendorong pasukan Iran keluar dari Suriah.

Kepala diplomat Uni Eropa, Federica Mogherini, seperti dikutip Aljazeera juga mengatakan dia tidak akan menghadiri Konferensi Warsawa. Menurutnya, Menteri Luar Negeri Lebanon Gebran Bassil juga telah menyatakan tidak akan menghadiri KTT tersebut.

Sementara itu, para pejabat Palestina menyebut konferensi itu sebagai “konspirasi AS-Zionis yang bertujuan menghilangkan peran dan pentingnya Palestina”.

Alih-alih menghadiri konferensi, Presiden Rusia Vladimir Putin berencana untuk menerima Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Iran Hassan Rouhani di Moskow Kamis (14/2), untuk membahas rencana yang berkaitan dengan Suriah dalam menanggapi pengumuman penarikan pasukan AS akhir tahun lalu. (mus)

Sumber: MEMO

Baca Juga
tml) -->