Sebanyak 52% Warga Zionis Ingin Netanyahu Mundur Jika Didakwa Korupsi

Perdana Menteri penjajah Benjamin Netanyahu saat ini sedang diselidiki dalam tiga kasus korupsi secara terpisah.

Benjamin Netanyahu

SALAM-ONLINE: Setengah lebih dari warga Zionis menghendaki Perdana Menteri penjajah Benjamin Netanyahu mengundurkan diri jika jaksa agung merekomendasikan dia didakwa dalam kasus korupsi, demikian hasil survei terbaru yang dirilis Senin (4/2/2019).

“Sebanyak 52 persen dari warga Zionis (49,5 persen orang Yahudi dan 66 persen warga Arab) menginginkan Netanyahu mengundurkan diri jika jaksa agung menyatakan dakwaannya,” demikian jajak pendapat yang dilakukan oleh Institut Demokrasi Zionis, Anadolu Agency (AA) melaporkan, Senin (4/2) .

Namun, sekitar 35,5 persen warga Zionis percaya Netanyahu dapat terus menjabat sebagai perdana menteri meskipun ada rekomendasi atas dakwaan korupsi.

Hanya 10 persen pendukung Likud (partai Netanyahu), 8 persen pendukung Partai Home Yahudi dan 22 persen pendukung Partai Shas percaya ia harus mundur jika dakwaan direkomendasikan, menurut survei tersebut.

Jumat (1/2) lalu, Jaksa Agung penjajah, Avichai Mandelblit, mengatakan bahwa dia akan memutuskan apakah akan mendakwa Netanyahu atas beberapa tuduhan korupsi sebelum pemilihan Knesset (parlemen) dijadwalkan pada 9 April mendatang.

Netanyahu saat ini sedang diselidiki dalam tiga kasus korupsi terpisah, meskipun perdana menteri penjajah ini telah berulang kali membantahnya.

Kasus pertama melibatkan produser Hollywood Arnon Milchan, yang diduga diminta untuk membeli barang-barang mewah untuk Netanyahu dan istrinya.

Yang kedua berkaitan dengan kesepakatan yang diduga untuk liputan media yang menguntungkan dari harian berbahasa Ibrani, Yedioth Ahronoth.

Dalam kasus ketiga, Netanyahu dituduh memberikan bantuan kepada Perusahaan Bezeq Telecom Zionis dengan imbalan liputan yang menguntungkan di situs web perusahaan. (mus)

Sumber: AA

Baca Juga