Tak Seperti Klaim Jokowi, Ini Data Kebakaran Hutan dari BNPB 3 Tahun Terakhir

Karhutla Riau

Fakta berdasarkan pemberitaan Kompas.com, CNN, detik, dan lainnya serta data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terungkap bahwa Indonesia masih mengalami kebakaran hutan dalam tiga tahun terakhir.

JAKARTA (SALAM-ONLINE): Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merekapitulasi bencana alam, termasuk kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Bahkan di tahun 2019 ini tercatat sudah terjadi beberapa kali karhutla.

Berikut data karhutla di Indonesia menurut BNPB:

– Tahun 2019 (hingga Februari): 5 kali kejadian karhutla, 1 orang hilang/meninggal dunia
– Tahun 2018: 370 kali kejadian karhutla, 4 orang hilang/meninggal dunia
– Tahun 2017: 96 kali kejadian karhutla, tak ada korban jiwa/hilang
– Tahun 2016: 178 kali kejadian karhutla, 2 orang hilang/meninggal dunia

Dua calon presiden kembali menjalani debat pada Minggu (17/2/2019) malam dengan tema tentang pangan, energio, dan lingkungan. Dalam pembukaan debat kedua, Calon Presiden No 1 Joko Widodo mengklaim bahwa dalam tiga tahun terakhir Indonesia tidak mengalami kebakaran hutan.

Fakta berdasarkan pemberitaan Kompas.com serta data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terungkap bahwa Indonesia masih mengalami kebakaran hutan dalam tiga tahun terakhir meskipun gaungnya tak besar. Sebagai contoh, dari Januari hingga Juli 2017, Riau saja mengalami kebakaran hutan seluas 1.052 hektar.

Kebakaran hutan terparah terjadi di Rokan Hilir sebesar 281 hektar dan di Meranti 200 hektar. Wilayah Taman Nasional Tesso Nillo juga mengalami kebakaran. Sementara itu, wilayah Kalimantan Tengah berdasarkan data Karhutla Monitoring System 11.127,49 hektar. Jumlah ini memang lebih rendah dari kebakaran hutan hebat pada 2015 tetapi bukan berarti tak ada kebakaran.

Tahun 2018, wilayah Riau kembali mengalami kebakaran. Pada tengah tahun pertama, 1.962 hektar yang tersebar di 10 kabupaten dan kota di Riau terbakar. Masih pada 2018, wilayah Sumatera Selatan mengalami kebakaran seluas 37.362 hektar. Kebakaran terparah di 19.402 hektar.

Iqbal damanik, peneliti Auriga, sebuah organisasi non-pemerintah yang bergerak dalam upaya pelestarian sumber daya alam dan lingkungan untuk meningkatkan kualitas hidup manusia, mengatakan, “Dicatat KLHK, tahun 2017 saja terjadi 11.000 hektar lahan hutan terbakar.” Ia merinci, tahun 2015 – 2016, 261.060 hektar lahan hutan terbakar. Tahun 2016 – 2017, 14.604 hektar lahan hutan terbakar. Sementara, tahun 2017 – 2018, total kebakaran hutan mencapai 11.127 hektar. (*)

Sumber: Kompas.com, CNN Indonesia, Detik

Baca Juga