Trump: PKK Mungkin Lebih Buruk dalam Teror daripada ISIS

Donald Trump

WASHINGTON (SALAM-ONLINE): Gerombolan PKK kemungkinan menimbulkan lebih banyak ancaman teror daripada organisasi teroris Daesh (ISIS), kata Presiden AS Donald Trump, Rabu (16/10/2019).

“Sekarang PKK, seperti yang Anda tahu, mungkin lebih buruk dalam teror, dan lebih merupakan ancaman dalam banyak hal daripada ISIS,” kata Trump dalam konferensi pers bersama dengan Presiden Italia Sergio Mattarella sebagaimana dikutip kantor berita Anadolu, Rabu (16/10).

“Saya tidak akan terlibat dalam perang antara Turki dengan Suriah, terutama ketika, jika Anda melihat orang Kurdi, dan sekali lagi saya mengatakan ini dengan sangat hormat, mereka bukan malaikat,” katanya, merujuk pada YPG/PKK. “Jika Anda melihat PKK, lihatlah PKK. ISIS menghormati PKK. Anda tahu mengapa? Karena mereka (PKK) lebih tangguh daripada ISIS. ”

Sebelumnya koalisi yang dipimpin AS bekerja sama dengan sayap PKK di Suriah (PYD/YPG) untuk memerangi ISIS. Namun Trump mengatakan, pihaknya menarik diri dari tiga lokasi di timur laut Suriah pada Rabu (16/10).

Juru bicara koalisi Angkatan Darat Kolonel Myles Caggins mengatakan di Twitter bahwa pasukannya mengosongkan Pabrik Semen Lafarge, Raqqa, dan Tabqah.

“Pasukan koalisi melanjutkan penarikan dari timur laut #Syria,” tulis Caggins.

Turki memulai operasi militer—yang telah direncanakan lama—sejak 9 Oktober lalu. Operasi itu dilakukan untuk mengamankan perbatasan Turki-Suriah, membantu pengembalian yang aman bagi para pengungsi Suriah dan memastikan integritas teritorial Suriah.

Para pemimpin Turki telah berulang kali menggarisbawahi bahwa Operasi Mata Air Perdamaian (Operation Peace Spring) tidak menyasar warga Kurdi Suriah. Tetapi bertujuan untuk membersihkan wilayah di Suriah utara tersebut dari kelompok teror PKK dan sayapnya di Suriah (PYD/YPG).

Terkait dengan PKK (yang beraliran Marxis-Komunis), kelompok ini lebih dari 30 tahun telah melakukan aksi terornya melawan Turki. PKK, yang oleh Turki, AS dan Uni Eropa masuk salam daftar kelompok teroris—dinyatakan bertanggung jawab atas kematian 40.000 orang, termasuk wanita, anak-anak dan bayi. (mus/salam)

Sumber: Anadolu

Baca Juga
awefawef95551
%d bloggers like this: