Di Acara Hari Toleransi Internasional, Ini Pesan Kesultanan Oman

Menteri Agama & Wakaf Oman, Abdullah as-Salmi, bersama para tokoh usai menyampaikan pidatonya pada acara Hari Toleransi Internasional di Hotel Raffles, Jakarta, Sabtu (16/11/2019). (Foto: SF/Salam/Jakarta)

JAKARTA (SALAM-ONLINE): Kesultanan Oman menutup acara puncak peringatan Hari Toleransi Internasional pada Sabtu (16/11/2019) di Hotel Raffles, Jakarta. Acara yang digelar sejak Kamis lalu itu bertujuan untuk menyampaikan pesan-pesan toleransi dan kedamaian yang diharapkan dapat diadopsi oleh negara-negara di dunia. Melalui konferensi ini, Oman juga berupaya menyebarluaskan nilai-nilai yang dianut oleh negara itu.

“Pesan dari Oman ke seluruh dunia adalah menyebarkan kedamaian. Dengan kedamaian itu pula kami memeluk Islam. (Makna) Islam melekat dengan kata salam, yang artinya kedamaian,” ujar Duta Besar Oman untuk Indonesia Nizar as-Sa’id kepada wartawan.

Lebih lanjut dia menjelaskan, nilia-nilai itu pun kemudian diterjemahkan ke dalam sikap politik. Dalam hubungan internasional misalnya, cara Oman menerapkan nilai-nilai perdamaian ke dalam politik luar negerinya adalah dengan tidak mengintervensi urusan negara lain.

“Itulah strategi politik internasional kami. Oman memiliki kredibilitas dan dihargai dalam berbagai spektrum. Oman tidak ingin mengintervensi urusan negara-negara lain sebagaimana kami juga tidak ingin (diintervensi),” jelas Nizar.

Dengan nilai-nilai perdamaian yang ditekankan pada konferensi tersebut, Oman diharapkan dapat menjadi negara yang mampu berkontribusi mengupayakan perdamaian atas konflik yang terjadi di wilayah Timur Tengah.

Sebagaimana diketahui, sejumlah negara-negara Arab hingga saat ini masih menghadapi konflik berkepanjangan, seperti di Suriah, Palestina, Yaman dan Libya. Ketika ditanya apakah Oman bersedia menjadi broker dalam memfasilitasi perdamaian, Dubes Nizar menyampaikan sikapnya.

“Kami adalah inisiator perdamaian, tidak menjadi perantara atau fasilitator, dan pastinya bukan pula mediator, tetapi kami mengupayakan agar orang-orang bersatu,” ujar Nizar.

Wartawan juga meminta tanggapan Dubes Nizar mengenai serangan yang dilancarkan pasukan Zionis di Gaza. Setidaknya 34 penduduk Palestina menjadi korban (meninggal) dan ratusan lainnya menderita luka-luka.

“Tentunya semua orang, setiap Muslim, dan bahkan kaum Kristen pun menyayangi saudara-saudara kami di Palestina. Jika kita melihat Indonesia, Indonesia adalah salah satu yang mendukung Palestina. Dan dukungan itu datang dari hati. Begitu pula dengan Oman. Jadi kita berbagai nilai yang sama,” tutup Nizar kepada Salam-Online. (SF/salam)

Baca Juga
awefawef96008
%d bloggers like this: