Duta Besarnya Ditangkap, Inggris Panggil Dubes Iran

Kantor Pedana Menteri Inggris di Downing Street mengatakan penangkapan Duta Besarnya, Rob Macaire, saat ikut berunjuk rasa memprotes penembakan pesawat Ukraina oleh militer Iran adalah ‘pelanggaran yang tidak dapat dibenarkan berdasarkan Konvensi Wina’.

Menlu Inggris Dominic Raab. (Foto: Reuters)

SALAM-ONLINE: Inggris memanggil duta besar Iran pada Senin (13/1/20) untuk dimintai keterangan tentang penangkapan singkat duta besarnya di Iran oleh pihak keamanan pada akhir pekan lalu.

“Sehubungan dengan penangkapan duta besar Inggris pada akhir pekan, Sabtu (11/1), saya akan mengatakan ini adalah pelanggaran yang tidak dapat diterima berdasarkan konvensi Wina dan itu perlu diselidiki,” demikian pernyataan juru bicara kantor Perdana Menteri Inggris di Downing Street, London, Senin (13/1).

“Kami mencari jaminan penuh dari pemerintah Iran bahwa ini tidak akan pernah terjadi lagi. FCO (Kantor Asing dan Persemakmuran) telah memanggil duta besar Iran hari ini untuk menyampaikan keberatan kami.”

Duta Besar Inggris Rob Macaire secara singkat ditahan Sabtu (11/1) saat berlangsungnya demonstrasi di Teheran untuk memprotes penembakan sebuah pesawat komersial Ukraina oleh militer Iran. Pesawat itu jatuh dan menewaskan 176 orang (penumpang dan awak pesawat).

“Penangkapan duta besar Inggris untuk Iran adalah pelanggaran mencolok hukum internasional,” kata menteri luar negeri Inggris, Dominic Raab, Sabtu (11/1).

Baca Juga

Raab menyebut pemerintah Iran saat ini berada di persimpangan jalan. Ia dapat melanjutkan perjalanannya menuju status paria dengan semua isolasi politik dan ekonomi yang menyertainya, atau mengambil langkah-langkah untuk mengurangi ketegangan dan terlibat dalam jalur diplomatik ke depan, kata Raab.

Pada Sabtu lalu, Iran mengakui bahwa pesawat penumpang Ukraina “secara tidak sengaja” terkena rudal Iran pada Rabu (8/1) pagi. Rudal Iran itu menewaskan semua yang ada dalam pesawat itu. Jumlahnya 176 orang.

Insiden itu terjadi saat Iran meluncurkan selusin rudal balistik di pangkalan udara yang jadi markas pasukan AS di Irak. Rudal ini diluncurkan sebagai balasan atas pembunuhan Jenderal Qasem Soleimani, kepala Pasukan Pasukan Pengawal Revolusi Iran, dalam serangan udara AS di Irak.

Dalam sebuah pernyataan tertulis, otoritas militer Iran mengatakan, pesawat Ukraina itu secara tidak sengaja ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udara sebagai akibat dari “human error” ketika sedang melewati “titik militer yang sensitif”. (mus)

Sumber: Anadolu

awefawef97061