Warga: Iran Gagal Perangi Virus Corona

Negara menghadapi kekurangan masker wajah, sarung tangan dan desinfektan, kata warga.

Pekerjaan desinfeksi sedang dilakukan di jalan-jalan sebagai tindakan pencegahan terhadap Virus Corona (COVID-19), antara lain di Enqelab Street, Teheran, Iran, pada 11 Maret 2020. (Foto: Fatemeh Bahrami/Anadolu)

SALAM-ONLINE: Warga Iran mengkritik pemerintahnya karena obat-obatan, masker, sarung tangan dan desinfektan yang tidak memadai untuk memerangi Virus Corona.

Desinfektan adalah bahan kimia yang digunakan untuk mencegah terjadinya infeksi atau pencemaran oleh jasad renik atau obat untuk membasmi kuman penyakit.

Petugas perawatan kesehatan Maryam Geylani mengatakan kepada kantor berita Anadolu bahwa wabah itu menyebabkan pihaknya kekurangan masker wajah dan sarung tangan.

“Rumah sakit swasta tidak menerima pasien (Corona). Orang harus pergi ke rumah sakit umum dalam jumlah terbatas,” katanya seperti dikutip Anadolu, Rabu (11/3/20).

Seorang warga di ibu kota Teheran bernama Mahmoud Yakubiyan mengatakan, masyarakat tidak cukup diberitahu tentang bagaimana menangani virus. Dia menyalahkan gagalnya pemerintah atas mewabahnya virus tersebut.

“Informasi kami terbatas pada apa yang kami dengar dari radio dan televisi,” katanya. “Pemerintah gagal untuk (memaksa) mengkarantina warga sejumlah kota, tempat virus pertama kali muncul, sehingga memicu krisis.”

Kata Yakubiyan, alat yang digunakan dalam perang melawan virus memasuki pasar gelap. “Kami kesulitan mendapatkan masker dan disinfektan di pasar,” ujarnya.

Amir Mukhtar Turabi, yang juga tinggal di Teheran, tidak yakin pemerintahnya mampu mengatasi wabah tersebut.

“Banyak orang meninggal setiap hari karena Virus Corona di utara negara itu,” katanya. “Negara harus berbuat lebih banyak,” Turabi berharap.

Turki menutup perbatasan darat dan menangguhkan perjalanan udara ke Iran bulan lalu.

Iran adalah negara yang terkena dampak terburuk sejak wabah virus di Cina Desember 2019. Selain Iran yang terparah terkena dampak virus dari Cina itu, juga Italia dan Korea Selatan.

Teheran telah mengambil beberapa langkah dalam upaya mengendalikan virus, termasuk menutup semua sekolah dan lembaga pendidikan tinggi, membatalkan even olahraga dan melarang pejabat pemerintah meninggalkan negara itu.

Korban tewas akibat virus di Iran telah meningkat menjadi 354 orang, demikian siaran televisi negara tersebut.

Pihak berwenang mengatakan 63 orang meninggal dalam 24 jam terakhir. Sementara 958 kasus baru didiagnosis. Secara penghitungan nasional menjadi 9.000 kasus, menurut juru bicara Kementerian Kesehatan Kianoush Jahanpour.

Virus ini berasal dari Wuhan, Cina dan telah menyebar ke lebih 100 negara.

Jumlah kematian global hampir mencapai 4.300 orang. Lebih dari 118.000 kasus sudah terkonfirmasi, demikian menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yang telah menyatakan wabah ini sebagai pandemi global (wabah penyakit yang terjadi pada geografis dalam skala luas atau menyebar secara global). (mus)

Baca Juga
awefawef97826
%d bloggers like this: