Masjid-masjid di Jerman Akan Dibuka Kembali Akhir Pekan Depan

Shalat berjamaah akan diadakan dengan jamaah yang dibatasi. Para jamaah juga diminta untuk membawa sajadah mereka sendiri ke masjid dan tetap mengenakan masker wajah.

SALAM-ONLINE: Masjid-masjid di Jerman akan dibuka kembali untuk para jamaah pada akhir pekan depan, menyusul keputusan pemerintah untuk mengurangi pembatasan Virus Corona di negara itu.

Dewan Koordinasi Muslim Jerman (KRM) telah mengumumkan Jumat (1/5/20) bahwa sebagian besar masjid akan dibuka kembali pada atau setelah 9 Mei. Tetapi shalat berjamaah akan diadakan dengan jamaah yang lebih sedikit dan dalam kondisi tertentu.

Kaum Muslimin di negara itu akan dapat melakukan shalat Subuh, Zuhur, Ashar, Magrib dan Isya di sebagian besar masjid. Tetapi untuk shalat Jum’at dan shalat malam (Tarawih) yang dilakukan selama bulan suci Ramadhan di masjid, masih ditiadakan.

Dalam shalat lima waktu dengan kondisi dibatasi itu para jamaah akan diminta untuk tetap menjaga jarak sosial, mengenakan masker wajah dan membawa alas shalat (sajadah) sendiri. Hal ini dilakukan untuk meminimalkan dan mengantisipasi risiko infeksi.

Pemerintah Jerman pada Kamis (30/4) memutuskan untuk mencabut sejumlah lockdown terkait Virus Corona. Pemerintah juga mengizinkan shalat di masjid, kebaktian di gereja dan sinagog asalkan mereka mematuhi persyaratan kebersihan dan tetap menjaga jarak.

Jerman memiliki jumlah kasus Covid-19 tertinggi keenam yang dilaporkan di dunia. Tetapi berhasil memperlambat penyebaran virus dalam beberapa pekan terakhir, berkat langkah-langkah lockdown ketat yang diberlakukan sejak Maret lalu.

Infeksi Covid-19 terkini di negara ini telah melambat dan tetap berada di bawah 2.000 kasus selama enam hari berturut-turut hingga Jumat (1/5).

Berita Terkait

Sejak 12 April, pasien yang sembuh dari Covid-19 atau Virus Cirona di negara ini lebih banyak dari sebelumnya dibanding mereka yang terinfeksi.

Robert Koch Institute (RKI) pada Jumat (1/5) melaporkan sebanyak 126.900 orang dinyatakan sembuh dibandingkan dengan 33.858 yang terinfeksi saat ini.

Menurut RKI—yang menggunakan data resmi dari negara-negara bagian—jumlah kematian akibat Covid-19 di negara ini mencapai 6.481.

Sejak pertama kali muncul di Wuhan, Cina Desember 2019 lalu, Virus Corona, yang secara resmi dikenal sebagai COVID-19, telah menyebar ke sedikitnya 187 negara dan wilayah, Di luar Cina, AS dan Eropa merupakan daerah yang paling parah terkena dampaknya.

Lebih dari 3,27 juta kasus telah dilaporkan di seluruh dunia, dengan jumlah kematian mendekati 234.000 orang. Sementara lebih dari 1 juta orang dinyatakan sembuh. Demikian menurut data yang dihimpun oleh Universitas Johns Hopkins di AS. (mus)

 Sumber: Anadolu Agency

awefawef98404
%d bloggers like this: