Shalat dan Manajemen Stres untuk Ketenteraman Hati

Catatan Dr Amrizal Zuhdy*

SALAM-ONLINE: Shalat adalah tiang agama. Karenanya, shalat dan manajemen stres wajib dikelola dengan sebaik mungkin agar rasa stres tersebut tidak mengganggu. Islam memerintahkan untuk shalat lima waktu. Barang siapa yang mengerjakannya berjamaah maka pahala berkali lipat.

Shalat fardhu ada 5. Setiap waktunya secara sadar atau tidak turut membantu seseorang untuk melancarkan aktivitas. Selama 5 waktu, Muslim belajar mandiri terhadap dirinya sendiri untuk senantiasa melaksanakan shalat. Pribadi yang disiplin tanpa diminta akan melakukannya dengan riang.

Waktu shalat itu panjang. Anda bisa memanfaatkan waktu yang dimiliki untuk mengurangi rasa stres atau mengurangi penyebab stres pada anak. Islam memberikan kemudahan untuk melaksanakan ibadah, di mana saja dan sedang melakukan aktivitas apa pun.

Sejatinya stres yang melanda manusia karena ada hal yang belum tuntas dan akhirnya mengganjal. Manusia merasakan stres, membuktikan saraf perasanya berjalan dengan baik. Allah memberikan kesempatan kepada manusia untuk merasakan berbagai jenis emosi. Salah satunya stres.

Rasa stres dan tidak bahagia bisa diatasi dengan shalat dan manajemen stres secara rutin. Namun juga penting untuk mengubah diri sendiri menjadi lebih baik. Menata diri untuk tidak emosi berlebih sangat memudahkan untuk menjalani hari-hari lebih baik dibandingkan dengan sebelumnya.

Dalil tentang Shalat

“Dijadikan kesenanganku dari dunia berupa wanita dan minyak wangi. Dan dijadikanlah penyejuk hatiku dalam ibadah shalat,” (HR An-Nasa’i no. 3391 dan Ahmad 3: 128, shahih).

“Wahai Bilal, berdirilah. Nyamankanlah kami dengan mendirikan shalat,” (HR Abu Dawud no. 4985, shahih).

“Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar,” (QS Al-‘Ankabuut [29]: 45).

Mengatur Emosi dalam Shalat

Islam merupakan agama samawi atau agama langit yang memiliki shalat dan manajemen stres sangat baik. Stres bisa hadir ketika seseorang dengan emosi yang membuncah tidak lagi mampu menahan tekanan. Jenis emosi yang keluar beragam. Bisa dalam bentuk marah-marah atau justru dengan air mata.

Manajemen stres dalam Islam bisa mengatasi permasalahan gundah gulana dalam hati. Anda bisa menerapkan protokol penguasaan diri, seperti kuratif, preventif dan konstruktif. Metode ini memberikan dampak bahagia kepada penerima aksi sehingga otomatis lupa terhadap tekanan yang dirasakan.

Hal penting kedua yang bisa mengatasi stres berlebih pada setiap orang adalah konseptual atau bagaimana kita melihat kehidupan. Stres tidak lain terjadi karena adanya ketidakpuasan menerima kenyataan. Padahal jika mau legowo untuk menerima, apa saja yang terjadi merupakan takdir Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Jika dalam hidup, kita merasa cukup maka hilanglah berbagai rasa takut, cemas, khawatir, dan sebagainya dari dalam diri. Shalat dan manajemen stres seperti ini membutuhkan dukungan orang dan berbagai faktor pendukung lainnya agar diri sendiri kuat untuk mengingatkan dan konsisten.

Baca Juga

Pemahaman kepada diri sendiri bahwa apa yang ada di dunia hanyalah sementara merupakan salah satu bagian dari konseptual mengelola stres. Sejatinya segala bentuk ketakutan dan kecemasan datang dari dalam diri sendiri. Karena itu, hanya diri sendiri yang bisa menjadi penawarnya.

Aspek-aspek Penting dalam Shalat

Dikatakan, shalat dan manajemen stres memang ajaib untuk menangani persoalan gundah gulana pada hati karena adanya aspek-aspek penting dalam shalat. Berbagai aspek yang dimaksud adalah:

  1. Aspek Olahraga

Setiap gerakan dalam shalat merupakan ibadah yang berbonus olahraga. Mulai dari takbir hingga salam, semuanya memanfaatkan otot-otot agar bekerja semaksimal mungkin, baik untuk peregangan atau relaksasi.

  1. Aspek Meditasi

Shalat adalah salah satu cara kita berkomunikasi dengan Sang Pencipta. Setiap bacaan shalat bisa dimaknai dengan sebaik mungkin, entah itu ketika mengoreksi diri sendiri atau saat meminta petunjuk kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

  1. Aspek Autosugesti

Bacaan shalat adalah doa yang meminta agar Allah memberikan pengampunan, petunjuk dan semua yang menyelamatkan kita sebagai Muslim. Jika ucapan atau doa-doa tersebut terus dilafalkan, maka akan menjadi sugesti ke dalam alam bawah sadar kita.

  1. Aspek Kebersamaan

Aspek ini hanya akan dirasakan jika Anda melaksanakan shalat berjamaah di masjid, rumah, atau juga tempat kerja. Ketika shalat Jumat, misalnya, semua kompak berbondong-bondong pergi ke masjid.

Shalat bagi umat Islam bukan sekadar gerakan tanpa makna yang dilakukan wajib selama 5 kali dalam sehari. Lebih dari itu, shalat merupakan salah satu cara mencegah maksiat. Juga salah satu cara untuk meningkatkan keimanan. Shalat dan manajemen stres bahkan menjadi metode yang amat berguna mengatasi kegundahan.

*) Dr Amrizal Zuhdy, dokter medis di salah satu Puskesmas di Provinsi Sumatera Utara. Selain aktif berkhidmat dalam pelayanan kesehatan, juga aktif mengedukasi dan berbagi informasi kesehatan di blog pribadi DrZuhdy.com dan PenyakitJantung.id

awefawef99380