Pemimpin Mujahidin Afghan Siap Bergandengan Tangan dengan Taliban

Gulbuddin Hekmatyar

SALAM-ONLINE.COM: Salah seorang Pemimpin veteran Mujahidin Afghanistan, era perang Afghan melawan Uni Soviet (Rusia) akhir 1980-an-awal 1990-an, yang juga Ketua Partai Hezb-e-Islami, Gulbuddin Hekmatyar, menyatakan kesediaannya untuk membentuk aliansi dengan Taliban di Afghanistan.

Hekmatyar menegaskan, tidak ada kekuatan yang dapat melawan Afghanistan jika Taliban dan Hezb-e-Islami membentuk aliansi.

“Hezb-e-Islami siap untuk pembicaraan langsung dengan Taliban, untuk kemitraan dan kerja sama. Kami percaya jika kedua kelompok ini bergandengan tangan, krisis di Afghanistan akan segera berakhir dan tidak ada kekuatan yang dapat melawannya,” kata Hekmatyar kepada para pendukungnya di markas partai di ibu kota Kabul, Sabtu (19/9/20).

“Ketika putaran pertama pembicaraan antara Kabul (pemerintah Afghanistan) dan Taliban selesai, kami (Hezb-e-Islami) siap untuk memulai pembicaraan dengan Taliban. Keputusan sekarang ada di tangan Taliban.”

Taliban, yang terlibat dalam pembicaraan langsung penting dengan pemerintah Afghanistan sejak Sabtu lalu, belum mengomentari tawaran itu.

Hekmatyar menegaskan bahwa pemerintah Afghanistan “lemah dan terpecah”, sedangkan Taliban dan Hezb-e-Islami “memiliki kepercayaan, nilai dan ideologi yang sama.”

Baca Juga

Awal bulan ini, dia mengatakan AS telah menyadari bahwa kehadirannya di Afghanistan tidak menimbulkan apa-apa selain kerugian finansial dan manusia.

“Mereka (Amerika) menginginkan kesepakatan dengan Taliban—segera dilaksanakan dan tanpa penundaan—dan pemerintah Kabul juga telah diberitahu bahwa kesepakatan itu akan dilaksanakan (bahkan jika mereka menentangnya),” ujar Hekmatyar.

Dia mengungkapkan bahwa pemerintah Afghanistan ingin menunda proses perdamaian hingga pemilihan presiden AS pada November.

Mengenai peran negara-negara kawasan lainnya, dia mengatakan India, karena persaingannya dengan Pakistan, tidak puas dengan dorongan perdamaian dan mulai mendukung milisi lokal untuk bertindak sebagai perusak.

“China dan Pakistan memiliki posisi yang sama dan terkoordinasi di Afghanistan. Mereka tidak hanya mendukung proses perdamaian, tetapi juga melihatnya bermanfaat bagi kepentingan regional mereka, terutama jika hal itu mengarah pada pengurangan kehadiran India di Afghanistan,” katanya. (mus)

Anadolu News Agency

awefawef100804