Tim Sepak Bola Zionis Diboikot, ‘Darah Palestina’ Hiasi Stadion Skotlandia  

‘Darah Palestina’ menghiasi stadion sepak bola Glasgow menjelang pertandingan tim Zionis penjajah dalam Nations League di Skotlandia. 

Cat merah, menandakan ‘darah Palestina’, tersebar di jalur-jalur tim sepak bola Zionis, menjelang pertandingan Nations League di Stadion Hampden Park, Glasgow, Skotlandia, Jumat (4/9/20) malam (Liam_O_Hare/Twitter)

SALAM-ONLINE.COM: Para aktivis kemanusiaan menggunakan cat merah untuk menutupi jalur yang akan dilalui bus tim sepak bola Zionis penjajah sebelum pertandingan Nations League di Stadion Hampden Park, Glasgow, di Skotlandia, Jumat (4/9/20) malam. Mereka melakukan aksi ini dalam upaya untuk memfokuskan (perhatian dunia) pada penderitaan bangsa Palestina.

Aksi solidaritas itu dilakukan dengan cara melukiskan cat berwarna merah ke jalan menuju stadion dengan tulisan “Darah Palestina!” dan “Free Gaza”. Tulisan ini juga nampak di tembok-tembok jalan menuju stadion.

Seorang Staf stadion Hampden kemudian terlihat berusaha membersihkan cat dari jalan dan menghapus pesan yang ada di tembok.

Langkah itu dilakukan karena aksi protes diperkirakan akan digelar di luar stadion untuk mendukung seruan Palestina merdeka dan memboikot pertandingan. Pemain sepak bola Palestina telah meminta penggemarnya untuk tidak menghadiri pertandingan tersebut.

Sementara Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina menyesalkan karena atlet Palestina menjadi sasaran penindasan dan terorisme, termasuk banyak dari mereka ditangkap atau dibunuh.

Baca Juga

“Banyak fasilitas kami dihancurkan dan pergerakan bebas pemain dibatasi di Palestina sendiri dan dalam ruang lingkup internasional,” ungkapnya.

“Jalur bus tim sepak bola Zionis telah dicat merah darah oleh para aktivis di Glasgow menjelang pertandingan Nations League Sabtu (5/9) malam melawan Skotlandia,” tulis jurnalis dan pembuat film Liam O’Hare di jaringan media sosial.

Banyak yang memuji aksi protes tersebut dengan mengatakan “tidak ada dukungan untuk rezim apartheid”. Mereka menyebutnya sebagai “gambar yang sangat mengharukan”. Netizen lainnya menyamakannya aksi ini dengan boikot tim olahraga Apartheid Afrika Selatan.

Zionis “dapat membeli dan menyuap para politisi,” tulis Abu Bilu di Twitter, “tetapi tidak bisa kepada rakyatnya.” (mus)

Sumber: Middle East monitor

awefawef100484