Hanya Gubernur DKI yang Diperiksa, Politisi Demokrat: Anies Jadi Target?

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Polda Metro Jaya (Foto: RMOL)

SALAM-ONLINE.COM: Seluruh gubernur di Indonesia seharusnya diperiksa polisi karena buruh, aktivis dan mahasiswa menggelar demo tolak UU Cipta Kerja dan membuat kerumunan.

Demikian disampaikan politisi Partai Demokrat, Syahrial Nasution saat menanggapi pemanggilan terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ke Polda Metro Jaya terkait dugaan kelalaian atas protokol kesehatan (prokes) di acara yang digelar Habib Rizieq Syihab (HRS).

Menurut Deputi Balitbang Partai Demokrat itu, semua Kapolda seharusnya dicopot karena tidak mampu menegakkan protokol kesehatan di wilayahnya.

“Atau jangan-jangan kalau HRS dan pendukungnya ikut demo omnibus law, tetap Anies Baswedan jadi targetnya?” sindirnya lewat akun Twitternya, Selasa (17/11/20).

Baca Juga

Kehadiran Anies pada Selasa (17/11) di Mapolda untuk mengklarifikasi dugaan tindak pidana tidak mematuhi penyelenggaraan kekarantinaan kesehatan saat acara Maulid Nabi (Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam) dan pernikahan putri Habib Rizieq Syihab di Jalan Paksi, Petamburan III, Jakarta Pusat, Sabtu (14/11) malam.

Kapolri Jenderal Idham Azis sebelumnya resmi mencopot Irjen Nana Sudjana sebagai Kapolda Metro Jaya dan Irjen Rudi Sufahriadi sebagai Kapolda Jawa Barat.

Pencopotan ini buntut orang nomor satu di Polda Metro Jaya itu membiarkan kerumunan tanpa ada tindakan tegas terhadap kerumunan massa saat acara Maulid Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Salllam dan akad nikah putri keempat Habib Rizieq Syihab di markas FPI, Petampburan, Jakarta Pusat.

Sementara Irjen Budi Sufahriadi dinilai membiarkan kerumunan saat Habib Rizieq Syihab melakukan kegiatan di Megamendung, Puncak, Bogor, Jawa Barat, yang dihadiri ribuan jamaah. (rmol.id)

awefawef101905