Bagaimana Melepaskan Diri dari Pengaruh Jin?

DIASUH OLEH TIM KONSULTASI SYARIAH SALAM-ONLINE

Tanya:

Yang terhormat Bapak Pengasuh,

1. Kadang tak kita sadari kita melakukan perbuatan yang cenderung syirik. Untuk ini, apakah pintu taubat terbuka?

2. Bagaimana cara melepaskan diri dari pengaruh dan ancaman makhluk gaib (jin) jika kita tidak menyediakan sesaji? Benarkah dalam  penampakan wujudnya jin bisa diabadikan gambarnya?

 

                                                                                                    Seorang Ibu di Jabar

Jawab:

Ibu yang dirahmati Allah,

Orang yang tanpa sadar atau tidak tahu lalu terjebak pada dosa syirik, insya Allah akan selalu ada pintu taubat untuk dirinya. Tentu saja, taubat yang nasuha, dengan meninggalkannya secara total dan hal-hal yang dapat mengarahkan dirinya pada perbuatan terkutuk itu. Di sisi lain, orang tersebut hendaknya berupaya memperdalam pemahaman dan wawasan ke-Islam-annya agar tak lagi terjerembab dalam dosa syirik. Jika ada hal-hal yang tidak ia ketahui, atau ragukan, hendaknya ia bertanya pada ulama atau ustadz setempat. Firman Allah:

“Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui,” (QS an-Nahl: 43).

Jin adalah makhluk Allah SWT yang mempunyai tugas yang sama dengan manusia, yaitu beribadah kepada Allah (QS adz-Dzariyat: 56). Menyembahnya, dalam bentuk menyediakan sesaji, memohon bantuan ghaib, berdoa kepadanya, menjadikannya perantara dalam beribadah kepada Allah SWT, dan seterusnya, adalah bentuk-bentuk perbuatan syirik yang terkutuk dan menjadikan pelakunya kafir.

Karena jin memiliki tugas yang sama dengan manusia, lantas mengapa kita takut pada atau gangguannya? Mengapa kita tidak takut pada Penciptanya yaitu Allah SWT, yang telah melarang kita untuk menyekutukannya. Jin tak memiliki daya maupun upaya untuk mengganggu manusia, kecuali atas izin Allah. Bukankah, kita sering mengucapkan kalimat “Laa  hawla walaa quwwata illaa billah!”(tiada upaya maupun kekuatan kecuali hanya milik Allah). Jin sama sekali tak punya kekuatan ketika berhadapan dengan kekuatan Allah SWT.

Karena itu, semestinya manusia kembali kepada Allah dan memohon perlindungan dari-Nya. Dalam al-Qur’an maupun Sunnah, terdapat begitu banyak bimbingan untuk menjaga diri dari godaan syetan maupun jin, antara lain:

Pertama, membaca surah al-Ikhlash, al-Falaq dan an-Naas

Kedua, membaca Ayat Kursi (QS al-Baqarah: 255)

Ketiga, membaca surah al-Baqarah, khususnya dua ayat terakhir, yaitu ayat 285-286.

Keempat, membaca surah al-Fatihah.

Kelima, senantiasa menjaga diri dengan berbagai zikir yang ma’tsur (yang diajarkan oleh Rasulullah saw) dengan penuh keikhlasan. Masih banyak lagi tuntunan yang diajarkan oleh Rasulullah saw, yang dapat kita petik dari al-Qur’an maupun Sunnah.

Jin termasuk makhluk ghaib yang harus kita imani keberadaannya. Apakah jin bisa dipotret atau tidak, wallahu a’lam. Namun munculnya jin dalam wujud nyata hanya mungkin terjadi atas kehendak Allah. Yang perlu diperhatikan di sini, langkah media massa yang menampilkan acara-acara penampakan jin, dan sejenisnya, adalah salah satu bentuk pembodohan terhadap masyarakat. Secara tidak sadar mereka telah terjebak, dan mengajak orang terjebak dalam godaan dan permainan jin. Tindakan seperti ini menyesatkan umat dan menjauhkan mereka dari tuntunan al-Qur’an dan Sunnah. Pelakunya harus bertaubat kepada Allah SWT. Wallahu a’lam.


Baca Juga