Bertemu Asad, Putin Perintahkan Pasukannya Mulai Tarik Diri dari Suriah

KHMEIMIM (SALAM-ONLINE): Presiden Rusia Vladimir Putin melakukan kunjungan mendadak ke sebuah pangkalan Rusia di Suriah dan memerintahkan pasukannya untuk mulai menarik diri dari negara yang dilanda perang tersebut.

TV rezim Suriah melaporkan bahwa Putin bertemu Basyar Asad di Pangkalan Udara Khmeimim, sebelah tenggara Latakia, Suriah, Senin (11/12/2017) pagi, lansir Aljazeera.

Kantor berita Rusia, Novosti, mengutip Putin mengatakan bahwa “secara umum, pertempuran di wilayah ini berakhir dengan pemberantasan ‘teroris’ sepenuhnya”.

Putin singgah di Suriah dalam perjalanan ke Mesir, di mana dia bertemu dengan penguasa rezim kudeta Abdel Fattah el-Sisi, Senin.

Sebagai sekutu utama rezim Suriah dalam perang tersebut, Rusia memulai intervensi secara resmi pada 30 September 2015. Rusia melakukan intervensi itu setelah mendapat permintaan resmi dari rezim Basyar Asad yang meminta bantuan militer untuk menghadapi kelompok pejuang Suriah.

Sejak saat itu, Rusia terutama melancarkan serangan udara terhadap kelompok-kelompok yang menentang rezim Asad, termasuk Koalisi Nasional Suriah, Front al-Nusra, dan lain-lain.

Sebagai tambahan, penasihat militer Rusia dan pasukan operasi khusus ditempatkan di Suriah. Sebelum intervensi, keterlibatan Rusia dalam perang terutama terdiri dari penyediaan tentara Suriah.

BACA JUGA: PENARIKAN MUNDUR PASUKAN RUSIA DARI SURIAH DIRAGUKAN

Pada November 2017 lalu, Asad mengucapkan terima kasih kepada Putin karena dukungannya di Suriah dan “menyelamatkan” negaranya.

Bulan lalu, berbagai faksi, termasuk rezim Suriah dan kelompok oposisi, bertemu di ibu kota Kazakhstan, Astana. Pertemuan bertujuan untuk membahas penerapan kesepakatan gencatan senjata yang langgeng/permanen.

Asad (kiri) dan Putin (tengah)

Inisiatif internasional untuk mengakhiri perang selama bertahun-tahun itu mencakup upaya untuk menetapkan empat zona “de-eskalasi” (area bebas konflik) di seluruh negeri, dengan Rusia, Turki dan Iran bertindak sebagai penjamin.

Sampai saat ini, sekitar 465.000 orang terbunuh dalam konflik tersebut, dan lebih dari 12 juta warga Suriah telah mengungsi. (S)

Sumber: Aljazeera

Baca Juga