Korban Gugur oleh Tembakan Tentara Zionis di Gaza Meningkat Jadi 62 Orang

Demonstran Palestina di Jalur Gaza membawa seorang pengunjuk rasa yang terluka dalam aksi protes menentang pendudukan Zionis “Israel” dan pemindahan kedutaan AS ke Yerusalem (Al-Quds), Senin (14/5)

GAZA (SALAM-ONLINE): Jumlah warga Palestina yang menjadi gugur menjadi “martir” oleh tembakan tentara penjajah “Israel” dalam aksi anti-pendudukan (penjajahan) di sepanjang perbatasan Jalur Gaza bertambah menjadi 62 orang, demikian menurut Kementerian Kesehatan Palestina seperti dilansir kantor berita Anadolu, Senin (14/5/2018).

Juru bicara kementerian tersebut, Ashraf Al-Qidra, mengatakan bahwa seorang warga Palestina yang tidak dikenal menjadi martir ketika tentara Zionis melepaskan tembakan ke perbatasan timur kamp pengungsi Al-Bureij di Gaza tengah.

Sebelumnya pada hari itu, seorang warga Palestina berusia 51 tahun—yang diidentifikasi sebagai Nasser Ahmed Mahmoud Ghorab—gugur sebagai martir oleh tembakan pasukan “Israel” yang dikerahkan di sepanjang perbatasan Jalur Gaza, Al-Qidra mengatakan dalam sebuah pernyataan terpisah.

Kematian itu membawa jumlah total demonstran Palestina yang gugur sejak kemarin menjadi 62, termasuk 8 anak di bawah umur. Sementara warga Palestina yang terluka berjumlah 3.188 orang.

Ribuan warga Palestina menggelar unjuk rasa di perbatasan timur Jalur Gaza pada Senin (14/5) untuk memperingati ke-70 hari Bencana (Nakba) dan memprotes pemindahan kedutaan AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Sejak unjuk rasa dimulai pada 30 Maret, lebih dari 110 demonstran Palestina gugur dan ribuan lainnya terluka oleh tembakan mematikan pasukan penjajah diperbatasan Jalur Gaza, kata Kementerian Kesehatan Palestina.

Turki mengutuk kekerasan yang dilakukan pasukan penjajah “Israel” terhadap demonstran Palestina. Turki pun memanggil duta besarnya dari “Israel” dan AS untuk konsultasi. Afrika Selatan juga memanggil utusannya dari Israel. (S)

Sumber: Anadolu Agency

Baca Juga