Dalam Perang Suriah, Rezim Asad Siksa Lebih 14.000 Tahanan Hingga Tewas

Demonstran di Suriah menuntut keadilan kepada rezim untuk para tahanan yang disiksa dan dibunuh di dalam penjara rezim Basyar Asad yang didukung Rusia dan Iran.

SALAM-ONLINE: Lebih dari 14.000 orang disiksa rezim Basyar Asad hingga tewas dalam perang Suriah dengan menggunakan 72 metode penyiksaan yang berbeda, demikian sebuah laporan terbaru dari Jaringan Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SNHR).

Jumlah tersebut seperti dilansir Middle East Monitor (MEMO), Kamis (24/10/2019), kemungkinan bisa jauh lebih tinggi. Mengingat, angka-angka ini hanya mencerminkan apa yang dapat direkam oleh lembaga HAM tersebut.

Lebih dari delapan tahun SNHR mewawancarai ribuan mantan tahanan yang selamat dari penyiksaan dan penjara rezim. Terutama tahanan di kantor intelijen militer serta Direktorat Jenderal Keamanan Negara dan Keamanan Politik rezim Suriah.

Di antara metode yang digunakan adalah memotong bagian tubuh. Metode ini jadi ajang latihan dokter junior untuk pelatihan membedah pada tahanan. Para dokter juga didorong untuk melakukan kesalahan medis.

Menuangkan air panas mendidih pada korban, membakarnya dengan asam kimia, mencambuk, menekuk menggunakan ban, menarik kuku jari dan kuku kaki menggunakan tang dan mencungkil mata juga jadi metode penyiksaan.

Selain itu, para tahanan tidak mendapatkan perawatan medis, dilarang menggunakan toilet dan fasilitas kebersihan dasar lainnya. Dan dijejalkan ke dalam sel-sel kecil yang penuh sesak. Para tahanan juga dibiarkan kekurangan makanan dan air.

Sejumlah bentuk kekerasan seksual tak luput dilakukan oleh pasukan rezim, termasuk memukuli wanita dengan brutal sampai mereka kehilangan rahim.

SNHR mengungkapkan bahwa pola-pola penyiksaan ini dipraktikkan secara luas. Oleh karenanya orang-orang yang jadi sasaran penyiksaan hampir tak ada yang selamat.

Membandingkan kesaksian para penyintas dengan dokumen rezim dari periode yang sama dan foto-foto yang diselundupkan keluar dari Suriah oleh mantan fotografer rezim, SNHR mencatat bahwa ada pola dalam metode dan proses penyiksaan yang digunakan oleh rezim.

Semuanya menunjukkan bahwa perintah dan pelatihan dalam prosedur ini dikeluarkan dari satu titik pusat dan dalam koordinasi erat. Keahlian yang dimiliki sengaja menciptakan serangkaian metode penyiksaan yang paling kejam.

SNHR memperkirakan bahwa 1,2 juta warga Suriah telah ditangkap dan ditahan di beberapa titik sejak dimulainya perlawanan terhadap rezim pada Maret 2011. Setidaknya 130.000 orang masih ditahan atau dihilangkan secara paksa oleh rezim Suriah. (mus/salam)

Sumber: MEMO

Baca Juga
awefawef95663
%d bloggers like this: