Lebih dari 200 Organisasi di 60 Negara Bergabung dalam ‘Hari Aksi Global’ Bela Palestina

SALAM-ONLINE.COM: Lebih dari 200 organisasi di seluruh dunia akan bergerak menggelar aksi protes massal pro-Palestina pada Sabtu (10/10/2026), demikian diumumkan oleh Global Alliance for Palestine (GAFP) pada Rabu (7/10).
Menurut pernyataan yang dilansir Middle East Eye (MEE), Jumat (9/10), organisasi-organisasi ini akan melaksanakan Hari Aksi Global yang terkoordinasi secara serentak. Aksi ini melibatkan kelompok masyarakat sipil, serikat pekerja, federasi mahasiswa, dan jaringan hak asasi manusia di 60 negara.
Acara ini diselenggarakan oleh GAFP bersama dengan Anti-Apartheid Movement (AAM) dan SANED (Koalisi Global Melawan Pendudukan Palestina).
“Di saat pemerintah berbagai negara secara aktif mendanai, mempersenjatai, dan melindungi ‘Israel’ dari pertanggungjawaban hukum apa pun, gerakan akar rumput menolak membiarkan genosida ini dianggap sebagai hal yang wajar atau menjadi status quo,” tulis GAFP.
Pihaknya menambahkan bahwa acara ini menandai perubahan krusial, beralih dari sekadar protes simbolis menuju intervensi sipil langsung guna menghentikan keterlibatan publik serta menuntut pertanggungjawaban sistemik atas kejahatan perang dan genosida yang dilakukan “Israel”.
Anas Altikriti, Sekretaris Jenderal Global Alliance for Palestine, mengatakan bahwa peringatan tiga tahun genosida berkelanjutan oleh penjajah “Israel” di Gaza merupakan pengingat yang nyata dan menghancurkan akan teror serta penderitaan tak tertahankan yang harus ditanggung oleh rakyat Palestina setiap harinya selama tiga tahun ini”.
“Di saat kekuatan-kekuatan dunia tetap diam dan membiarkan hal ini terjadi, masyarakat sipil bangkit bergerak,” tambahnya, seraya menyebut bahwa demonstrasi global ini merupakan respons langsung terhadap “horor yang terus berlangsung” tersebut.
Altikriti lebih lanjut menggambarkan peristiwa ini sebagai “pernyataan bahwa hati nurani dunia tidak akan tinggal diam membiarkan genosida dinormalisasi”.
“Kami turun ke jalan untuk menuntut pertanggungjawaban penuh, pengakhiran segera pengepungan, dan kemerdekaan Palestina.”
Tuntutan pembebasan Palestina dan penghentian genosida
GAFP menegaskan bahwa mobilisasi global pada Sabtu ini “bukanlah sekadar peringatan pasif atas tiga tahun genosida”, melainkan sebuah “aksi langsung untuk menghentikan mesin yang memfasilitasi kekerasan Israel”.
Organisasi-organisasi yang berpartisipasi di lebih dari 250 lokasi di seluruh dunia ini diperkirakan akan menduduki alun-alun kota, mengepung gedung-gedung pemerintah, serta memblokade entitas perusahaan yang memiliki kaitan langsung dengan rantai pasokan militer.
“Tujuannya jelas: membuat perdagangan normal dan diplomasi politik menjadi mustahil selama genosida ‘Israel’ terus berlangsung tanpa henti.”
Menurut siaran pers tersebut, aksi protes massal dijadwalkan berlangsung di berbagai kota seperti London, Sydney, Berlin, Brussels, Praha, Reykjavik, Athena, Modena, Sao Paulo, Mexico City, Kuala Lumpur, dan Johannesburg.
Sementara itu, di kota-kota seperti Athena dan Modena, pihak koalisi mengisyaratkan bahwa aksi akan berlangsung selama beberapa hari, mencakup kegiatan duduk bersama (sit-in) bernuansa budaya, sesi edukasi publik, serta proyeksi visual berskala besar yang menampilkan bukti kejahatan perang “Israel” secara langsung pada gedung-gedung pemerintah dan perusahaan.
“Setelah tiga tahun genosida ‘Israel’ berlangsung, gerakan global untuk Palestina telah tumbuh semakin kuat, bersatu, dan teguh dalam tekadnya,” tambah pernyataan tersebut.
“Menjelang Hari Aksi Global 10 Oktober, jutaan orang di seluruh benua menyampaikan pesan yang sangat tegas: tuntutan akan pembebasan Palestina, perlindungan tanah, serta penghentian segera genosida dan pendudukan ‘Israel’ tidak akan lagi menunggu izin internasional—masyarakat turun ke jalan untuk mewujudkannya.” (af)