GPII Serukan Tarik Mandat Jokowi Hari Ini

Ketum GPII Karman BM-1-jpeg.image
Ketum GPII Karman BM

JAKARTA (SALAM-ONLINE): Sudah 17 tahun reformasi bergulir, namun tidak membawa hasil sebagaimana cita-cita pendirian negara yang termaktub dalam Pembukaan UUD 1945. Kondisi ini tambah parah lagi di bawah pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla.

Demikian disampaikan Ketua Umum Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) Karman BM kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (20/5).

“Kekacauan politik, rusaknya sistem hukum dan ambruknya ekonomi semakin terpampang jelas dan membuat masyarakat semakin menderita,” ujar Karman.

Pembiaran terhadap UU yang pro asing menurutnya telah membuat negara Indonesia jatuh dalam genggaman oligarki, mafia dan sindikat internasional yang mengeruk kekayaan negara, dan menghisap sumber-sumber penghidupan rakyat tanpa ampun.

Baca Juga

“Melalui UU dan peraturan, penguasa memperkaya diri dan mencekik rakyat dengan kenaikan suku bunga bank, kenaikan harga energi BBM, tarif dasar listrik, tarif Kerata Api, tarif tol dan lainnya,” paparnya.

Menurutnya, kondisi negara saat ini dalam kekacauan, ketidakpastian hukum, dan distrust. Para koruptor dan pelanggar HAM dinilainya justru semakin lenggang berkuasa serta menduduki jabatan-jabatan strategis negara. Atas dasar itu, di peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) yang jatuh pada hari ini, GPII menyerukan ditariknya mandat terhadap Presiden Jokowi harus betul-betul dilakukan.

“Kami tak perduli dengan dialog. Negara sudah tak bisa diselamatkan jika Jokowi-JK masih jadi pemimpin. Mandat Jokowi harus ditarik. Jokowi harus segera turun hari ini. Reformasi jilid II harus dilakukan,” demikian Karman. (RMOL.CO)

salam-online

Baca Juga