Di Tengah Penangkapan, Ratusan Ribu Warga Palestina Shalat Idul Adha di Masjid Al-Aqsha
SALAM-ONLINE.COM: Ratusan ribu jamaah melaksanakan shalat Idul Adha di Masjid Al-Aqsha di Baitul Maqdis (Yerusalem) yang diduduki pada Rabu (27/5/2026) pagi, di tengah pengerahan besar-besaran pasukan pendudukan “Israel” dan penangkapan di sekitar masjid.
Departemen Wakaf Islam di Yerusalem seperti dikutip The New Arab, Rabu (27/5/2026) memperkirakan jumlah jamaah yang melaksanakan shalat Idul Adha di Masjid Al-Aqsha pada Rabu pagi sekitar 140.000 orang.
Ini adalah pertama kalinya warga Palestina melaksanakan shalat Id di Masjid Al-Aqsha setelah perang AS-“Israel” dengan Iran, menyusul pelarangan shalat Idul Fitri setelah “Israel” menutup masjid tersebut menyusul dimulainya perang “Israel”-AS terhadap Iran pada Februari lalu.
Penutupan tersebut memaksa jamaah pada saat itu untuk melaksanakan shalat di jalan-jalan dan alun-alun yang menuju masjid.
Pada Senin (25/5), pasukan “Israel” dikerahkan secara besar-besaran di sekitar Masjid Al-Aqsha dan Kota Tua Yerusalem ketika jamaah tiba di masjid untuk melaksanakan shalat Idul Adha melalui Gerbang Asbat (juga dikenal sebagai Gerbang Singa).
Seruan dikeluarkan kepada warga Palestina di Yerusalem dan warga Palestina yang tinggal di dalam perbatasan “Israel” tahun 1948 untuk melakukan perjalanan ke dan tetap berada di Masjid Al-Aqsha. Selain itu untuk melaksanakan shalat Id di halaman masjid guna menegaskan identitas Islam dan masjid serta memperkuat kehadiran Palestina di tengah penyerbuan terus-menerus terhadap masjid oleh ekstremis “Israel”.
Masjid tersebut secara rutin diserbu oleh warga penjajah yang ingin menghancurkannya dan membangun kuil Yahudi di tempat itu, di bawah perlindungan pasukan penjajah “Israel”.
Pasukan penjajah menangkap seorang wanita muda setelah menyerangnya dan melepas hijabnya di Bab Hutta, salah satu gerbang Masjid Al-Aqsha.
Pasukan pendudukan juga menangkap jurnalis Saif al-Qawasmi di dalam Masjid Al-Aqsha dan memberinya pemberitahuan untuk melapor ke dinas intelijen mereka sebelum mengeluarkan larangan masuk masjid selama satu minggu. Karyawan Wakaf Islam, Firas al-Dibs, juga ditahan.
Di Tepi Barat yang diduduki, warga Palestina melaksanakan shalat Idul Adha di masjid-masjid dan alun-alun kota. Sementara khutbah Idul Adha berfokus pada kondisi sulit yang dihadapi rakyat Palestina, khususnya di Jalur Gaza.
Beberapa wilayah di Tepi Barat menyaksikan penggerebekan dan penyerbuan yang dilakukan oleh pasukan pendudukan “Israel”, termasuk penggeledahan rumah dan penahanan beberapa warga Palestina di berbagai lokasi.
Dekat Hebron, di Tepi Barat bagian selatan, seorang anak berusia 13 tahun terluka akibat peluru logam berlapis karet pada Selasa malam Idul Adha ketika pasukan penjajah “Israel” menyerbu kota Bani Naim.
Tim Bulan Sabit Merah Palestina membawanya ke rumah sakit. (ib)
