Militer Penjajah Tangkap Warga Palestina yang Dituduh Membunuh Pemukim ‘Israel’ di Tepi Barat

Pasukan “Israel” menutup sebuah pos pemeriksaan setelah serangan penembakan di dekat Ramallah, di Tepi Barat yang diduduki “Israel”, pada 20 September 2026. (Reuters)

SALAM-ONLINE.COM: Militer “Israel” menyatakan telah menangkap seorang pria yang diduga membunuh seorang warga “Israel”—yang dilaporkan sebagai seorang pemukim—di Tepi Barat yang diduduki, lapor AFP, Ahad (20/9/2026).

“Tentara IDF menangkap ‘teroris’ yang melakukan serangan penembakan tersebut,” kata pihak militer dalam sebuah pernyataan, seraya menambahkan bahwa mereka menemukannya di sebuah rumah sakit.

Militer penjajah itu menyebutkan bahwa sebelumnya, seorang tentara telah menembak dan melukai terduga pelaku di lokasi kejadian dekat Ramallah, di wilayah tengah Tepi Barat.

Perdana Menteri penjajah Benjamin Netanyahu sebelumnya telah berjanji untuk memburu pria yang diduga melakukan “serangan mematikan” itu.

Sebuah rumah sakit setempat mengonfirmasi kematian warga “Israel” tersebut.

Baca Juga

“Israel” Ganz, ketua Dewan Yesha—organisasi yang mewakili permukiman “Israel” di Tepi Barat—menyatakan bahwa pria tersebut adalah seorang pemukim “Israel”.

“Israel” telah menduduki Tepi Barat sejak tahun 1967. Lebih dari 500.000 warga “Israel” tinggal di permukiman di wilayah Palestina tersebut—yang dinilai ilegal menurut hukum internasional—di tengah sekitar tiga juta penduduk Palestina.

Menurut penghitungan AFP yang didasarkan pada data Kementerian Kesehatan Palestina, pasukan “Israel” atau para pemukim telah menewaskan lebih dari 1.100 warga Palestina di wilayah tersebut sejak dimulainya perang Gaza.

Data “Israel” menunjukkan setidaknya 49 warga “Israel”, termasuk warga sipil dan personel keamanan, tewas akibat serangan Palestina atau selama operasi militer “Israel” dalam periode yang sama. (ib)

Baca Juga