Survei: Hampir 30% Orang Indonesia Takut Mengkritik Pemerintah

SALAM-ONLINE.COM: Hampir 30% orang Indonesia takut mengkritik atau berbagi pandangan mereka tentang pemerintah mereka, demikian menurut sebuah survei terbaru yang dilansir Kantor Berita Anadolu, Selasa (15/12/2020).

Meski UUD 1945 menjamin kebebasan berbicara, berpendapat dan berekspresi, sebanyak 29,4% peserta survei Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengungkapkan bahwa mereka takut mengkritik pemerintah secara terbuka, kata seorang pejabat dalam sebuah konferensi virtual pada Selasa (15/12/2020).

“Masyarakat di bagian timur negeri ini lebih sulit menyuarakan pendapatnya,” kata Koordinator Bidang Kajian dan Riset Komnas HAM, Mimin Dwi Hartono.

Survei menunjukkan bahwa mayoritas responden takut dengan perbedaan pendapat. Mereka adalah yang tinggal di Indonesia timur (31,3%), diikuti oleh mereka yang berada di bagian barat (29,9%) dan bagian tengah (29%).

Berdasarkan survei yang dilakukan pada Juli-Agustus tahun ini, 78,2% responden mengetahui haknya dilindungi UUD, sedangkan 21,8% lainnya tidak mengetahui haknya.

Baca Juga

Untuk kelompok sosial ekonomi, 37% responden dari kelas menengah menyatakan ragu-ragu untuk mengungkapkan pendapatnya di platform media sosial, diikuti oleh kelas bawah (35%) dan kelas atas (32%).

Mimin Dwi Hartono mengatakan pemerintah dan polisi harus menghormati, melindungi, memenuhi hak kebebasan berpendapat, berbicara dan berekspresi.

Survei tersebut melibatkan 1.200 responden dari seluruh Indonesia. Mereka berasal dari semua kelas sosial ekonomi yang berusia antara 17 sampai 59 tahun. (mus)

aa.com.tr/en

awefawef102274