Perang dengan Iran, Trump Disebut Membawa Amerika ke ‘Arah yang Salah’ dan ‘Membajak’ Partai Republik

Marjorie Taylor Greene

SALAM-ONLINE.COM: Mantan anggota parlemen Marjorie Taylor Greene mengatakan bahwa pemerintahan Trump dan Partai Republik “berjalan ke arah yang salah” pada isu-isu penting, termasuk perang dengan Iran. Ia menyoroti meningkatnya ketegangan dalam gerakan MAGA (Make America Great Again) tentang keterlibatan AS dalam persng tersebut.

Greene mengungkapkan dalam sebuah unggahan di media sosial X, bahwa ia telah berbicara dengan “beberapa pemimpin Konservatif ‘America First’ terkemuka” dan ada kesepakatan luas bahwa partai tersebut telah “dibajak oleh Lindsey Graham, Mark Levin, dan Republikan neokonservatif yang kita semua lawan,” ungkapnya, merujuk pada pendukung setia Trump di senat, dan seorang tokoh radio konservatif.

“Pemerintahan dan Partai Republik berjalan ke arah yang salah pada isu-isu penting, seperti perang, Epstein, dan terutama isu-isu domestik,” tulisnya.

“Masa depan Amerika adalah milik kita, generasi muda, bukan generasi baby boomer yang berkuasa dan para donatur baby boomer mereka,” tulis Greene. Ia menambahkan bahwa setelah lima tahun di Kongres, ia percaya sistem tersebut “benar-benar rusak dan dikendalikan”.

Greene, yang dulunya merupakan salah seorang sekutu paling setia Presiden Donald Trump di Kongres, mengumumkan pada November lalu bahwa ia akan mengundurkan diri dari Dewan Perwakilan Rakyat pada 5 Januari, setelah berbulan-bulan berselisih dengan Trump dan kepemimpinan Partai Republik mengenai berbagai isu, termasuk kebijakan luar negeri dan rilis berkas terkait Jeffrey Epstein.

Pernyataan Greene muncul di tengah keretakan yang terjadi di antara pendukung Trump yang dulunya paling setia, yaitu gerakan MAGA, atau Make America Great Again, terkait perang AS-“Israel” dengan Iran.

Komentator konservatif dan mantan pembawa acara FOX News, Tucker Carlson, menyebut konflik tersebut sebagai “perang Israel”, bukan perang Amerika. Ia mengkritik serangan terhadap sekolah khusus perempuan di Iran yang dilaporkan menewaskan lebih dari 170 korban, sebagian besar anak-anak.

Beberapa media AS, mengutip temuan awal, melaporkan bahwa serangan tersebut mungkin dilakukan oleh AS, meskipun Pentagon belum mengonfirmasi temuan tersebut karena investigasi masih berlangsung.

Baca Juga

“Jika Anda bangun di pagi hari dan Anda tinggal di negara yang menganggap tidak apa-apa untuk membunuh bukan hanya perwira militer tetapi juga putri mereka, negara itu tidak layak diperjuangkan,” kata Carlson.

Trump menolak kritik Carlson terhadap perang dengan Iran. Kepada ABC News, Trump mengatakan, “Tucker telah kehilangan arah.” Ia bersikeras mengatakan bahwa Carlson “bukan MAGA”.

“MAGA adalah America First, dan Tucker bukanlah salah satu dari itu,” katanya.

Senator Lindsey Graham, sekutu Trump dan pendukung setia perang AS-“Israel” dengan Iran, juga menuai kritik tajam setelah mengatakan dalam sebuah wawancara di Fox News bahwa ia akan meminta konstituennya agar mengirim “putra dan putri” mereka untuk berperang di Timur Tengah.

Anggota DPR Nancy Mace mengatakan dia tidak ingin mengirim “putra dan putri Carolina Selatan ke medan perang dengan Iran”. Sementara Anggota DPR Anna Paulina Luna menulis di X bahwa jika Graham “ingin pergi berperang dalam konflik dengan pihak asing, biarkan dia menjadi yang pertama yang sukarela”.

Komentator konservatif terkemuka, Megyn Kelly, juga menyuarakan kritik. Kelly menyebut Graham sebagai “maniak pembunuh” dan mendesak Trump untuk mengakhiri perang.

Opini publik juga nampak skeptis. Beberapa jajak pendapat menunjukkan mayoritas warga Amerika menentang serangan awal terhadap Iran. (af)

Baca Juga