Serangan ‘Israel’ di Lebanon Tewaskan Seorang Pendeta, IDF Akui Tentaranya Hancurkan Patung Yesus

SALAM-ONLINE.COM: Tempat-tempat suci Kristen di Lebanon tidak luput dari serangan “Israel” selama operasi militer penjajah itu sejak Oktober 2023 hingga 2026, menghancurkan tujuh gereja, menewaskan seorang pendeta dan menghancurkan sebuah patung Yesus Kristus.

Militer “Israel” mengonfirmasi keaslian foto yang menunjukkan seorang tentaranya di Lebanon selatan menghancurkan patung Yesus dengan palu godam.

Hal ini terjadi di saat tentara “Israel” terus menduduki sejumlah titik di Lebanon Selatan, untuk memerangi milisi sekutu Iran, Hizb Lebanon. IDF mengakui aksi tentaranya tersebut dan memastikan akan mengambil tindakan terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam insiden tersebut.

Tentara “Israel” membombardir Lebanon dengan serangan udara dan penembakan artileri pada Oktober 2023 sebelum gencatan senjata tercapai pada November 2024. Israel memulai serangan lain pada 2 Maret 2026 sebelum gencatan senjata 10 hari diumumkan pekan lalu, meskipun pelanggaran “Israel” terus berlanjut

Selama serangan tersebut, gempuran “Israel” menghantam gereja-gereja dan tempat-tempat penting Kristen, termasuk insiden baru-baru ini di mana seorang tentara “Israel” terekam menghancurkan patung Yesus di kota Dibel di selatan, yang memicu gelombang kecaman global.

Berikut adalah gereja-gereja utama dan simbol-simbol Kristen yang terkena serangan “Israel” selama dua gelombang serangan tersebut.

Serangan “Israel” Pertama

Serangan langsung dan tidak langsung “Israel” selama gelombang serangan ini menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur keagamaan Kristen. Sebagian besar di Lebanon selatan dan di daerah perbatasan pinggiran selatan Beirut:

-Gereja Katolik St. George di Derdghaya terkena serangan udara “Israe”l pada Oktober 2024, menyebabkan kerusakan besar.

-Gereja St. George di Yaroun terkena tembakan artileri “Israel” pada November 2023, menyebabkan kerusakan berat.

Pelanggaran “Israel” tidak hanya berhenti pada bangunan gereja, tetapi juga termasuk penghancuran dan perataan sebuah kuil dan patung St. George di kota yang sama.

-Gereja Santo Yohanes Pembaptis di Sarda rusak dan hancur setelah militer “Israel” meledakkan beberapa rumah di kota tersebut.

Baca Juga

-Biara Saint Mamas untuk Gereja Ortodoks Yunani ditampilkan dalam sebuah video pada November 2024 dengan tentara “Israel” dari Brigade Golani di dalam gereja Ortodoks, mengejek simbol-simbol keagamaan dan tertawa.

-Gereja St. Elias di Alma al-Shaab mengalami kerusakan kumulatif setelah serangan artileri berat dan roket berulang kali, yang menghancurkan kaca patri, menyebabkan sebagian atap runtuh dan dinding retak.

-Gereja Katolik Yunani Bunda Maria Asumsi di kawasan Kristen Nabatieh mengalami kerusakan material dalam serangan udara “Israel” yang hebat pada November 2024.

-Gereja Bunda Maria Keselamatan di Hadath, daerah yang berbatasan dengan pinggiran selatan Beirut, hancur setelah serangan udara “Israel” menargetkan bangunan di dekatnya pada bulan yang sama.

Serangan “Israel” Kedua

Ketika serangan “Israel” berlanjut pada tahun 2026 seperti dilansir Anadolu, Selasa (21/4), gempuran penjajah itu terus mengenai orang-orang dan simbol-simbol keagamaan secara langsung:

-Pastor Pierre al-Rahi, pastor paroki Gereja St. George, tewas pada Maret lalu dalam serangan “Israel” di kota Qlayaa.

-Seorang tentara “Israel” menghancurkan patung Yesus di kota Debel. Militer penjajah (IDF) tu mengakui penghancuran patung Yesus itu dilakukan oleh seorang prajuritnya. IDF memandang insiden tersebut dengan sangat serius dengan klaim bahwa perilaku tentara tersebut sepenuhnya bertentangan dengan nilai-nilai tentara mereka.

Lembaga penyiaran publik “Israel”, KAN, melaporkan pada Senin bahwa tentara yang menghancurkan patung Yesus itu tidak akan menghadapi penyelidikan kriminal. Hanya akan dikenakan tindakan disiplin.

Para pemimpin gereja Katolik di Yerusalem mengutuk insiden tersebut dalam sebuah pernyataan pada Senin (20/4) dengan menyebutnya sebagai pelanggaran berat terhadap simbol-simbol keagamaan dan martabat manusia. Pihak gereja itu menyatakan akan menuntut pertanggungjawaban bagi mereka yang bertanggung jawab atas tindakan penghancuran patung tersebut.

Diketahui, penjajah “srael” telah melakukan serangan militer di Lebanon sejak 2 Maret, menewaskan 2.294 jiwa, melukai 7.544 orang, dan menyebabkan lebih dari 1 juta orang mengungsi, demikian menurut data resmi. (is)

Baca Juga