Terus Dilanggar ‘Israel’, Mesir & Qatar Serukan Implementasi Kesepakatan Gencatan Senjata dan Penarikan Pasukan ‘Israel’ di Gaza

SALAM-ONLINE.COM: Mesir dan Qatar menekankan pentingnya tahap pertama perjanjian gencatan senjata di Gaza dan tahap kedua (penarikan pasukan “Israel” di Gaza) untuk diimplementasikan. Hal ini disampaikan dalam pertemuan yang diadakan di Kairo antara Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdelatty, Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri Qatar Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, Ahad (7/6/2026).
Pertemuan tersebut membahas “cara-cara untuk meningkatkan kerja sama bersama antara Mesir dan Qatar di berbagai bidang. Keduanya sepakat untuk melanjutkan koordinasi dalam berbagai isu regional untuk mencapai kepentingan bersama dan melindungi keamanan nasional Arab,” kata Kementerian Luar Negeri Mesir seperti dilansir Anadolu, Ahad (7/6).
Pertemuan juga membahas perkembangan regional. Kedua pihak menggarisbawahi “pentingnya implementasi persyaratan tahap pertama rencana Presiden AS (Donald) Trump (untuk mengakhiri perang di Gaza),” kata kementerian tersebut.
Faksi-faksi Palestina dan mediator dari Mesir, Qatar, dan Turki melanjutkan pembicaraan di Kairo pada hari Ahad di hari kedua konsultasi yang bertujuan untuk memajukan tahap selanjutnya dari perjanjian gencatan senjata Gaza di tengah pelanggaran “Israel” yang terus berlanjut.
Pada September 2025 lalu, Trump mengumumkan rencana 20 poin yang menguraikan kerangka gencatan senjata yang mencakup pembebasan tawanan “Israel”, penarikan penjajah itu dari Gaza, pembentukan pemerintahan teknokrat, dan pengerahan pasukan stabilisasi internasional..
Tahap pertama rencana tersebut mencakup gencatan senjata dan pertukaran tahanan antara “Israel” dan faksi-faksi Palestina.
Namun, sumber-sumber Palestina mengatakan “Israel” terus melanggar perjanjian tersebut hampir setiap hari.
Pada fase kedua, “Israel” harus melakukan penarikan pasukannya dari wilayah tersebut. Sementara pasukan stabilisasi internasional akan mengambil alih tanggung jawab keamanan, termasuk memfasilitasi pengiriman bantuan kemanusiaan dan material rekonstruksi.
Menurut data resmi, genosida “Israel” di Gaza sejak Oktober 2023 telah mengakibatkan kematian lebih dari 73.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 173.000 lainnya. Mereka yang terbunuh dan terluka sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak.
Meskipun gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober 2025, tentara “Israel” telah membunuh sedikitnya 947 warga Palestina dan melukai 2.935 lainnya dalam serangan yang hampir terjadi setiap hari, demikian menurut Kementerian Kesehatan Gaza. (is)