Intensifkan Serangan Mematikan, Pasukan ‘Israel’ Bunuh 13 Warga Palestina di Gaza

SALAM-ONLINE.COM: Pasukan penjajah “Israel” terus membombardir Gaza. Meskipun tengah diberlakukan gencatan senjata. Saat perang membara antara AS-“Israel'” dengan Iran pun Gaza tetap digempur. Bahkan di tengah Perang AS-“Israel” dengan Iran sedang berlangsung, Tepi Barat makin masif diserang pemukim ilegal “Israel'” yang didukung pasukan penjajah.
Pada Jumat (24/4/2026) pasukan “Israel” meneruskan serangkaian serangan genosidanya ke Gaza, membunuh sedikitnya 13 warga Palestina. Serangan udara yang menargetkan utara dan selatan Jalur Gaza itu merupakan serangkaian pelanggaran gencatan senjata mematikan terbaru yang dilakukan penjajah “Israel'”.
Tiga anak dan seorang wanita, serta dua petugas polisi termasuk di antara mereka yang terbunuh.
Sumber-sumber The New Arab menyebut kendaraan militer “Israel” melepaskan tembakan di sekitar Rumah Sakit Kamal Adwan di Gaza utara, sebelum pasukan penjajah itu menargetkan sebuah rumah di dekatnya dengan tembakan artileri. Sumber-sumber tersebut mengatakan bahwa dua anggota keluarga al-Tanani — seorang ibu dan salah satu putranya — terbunuh dalam penembakan itu.
“Pasukan “Israel” juga menargetkan sebuah kendaraan polisi di daerah al-Mawasi,” kata badan Pertahanan Sipil Gaza.
Pada Sabtu (25/4) pagi, seorang anak Palestina bernama. Duaa Muhammed Suleiman Rahim meninggal dunia akibat luka-lukanya, beberapa hari setelah ditembak oleh pasukan “Israel” yang melepaskan tembakan dari kendaraan militer di daerah sebelah barat Deir al-Balah, di Jalur Gaza tengah.
Seiring bertambahnya jumlah korban jiwa, Hamas mengeluarkan pernyataan yang mengutuk apa yang disebutnya sebagai “serangan Zionis barbar yang mencapai seluruh bagian Jalur Gaza sejak Sabtu pagi.
Kelompok perlawanan itu juga mengecam “kegagalan komunitas internasional untuk memikul tanggung jawab dalam menghentikan kejahatan yang sedang berlangsung terhadap warga Gaza”.
“Israel” melanggar gencatan senjata hampir setiap hari. Tidak hanya dengan serangan udara, penembakan, dan tembakan yang mematikan, tetapi juga dengan menghancurkan rumah-rumah dan membatasi bantuan ke wilayah tersebut.
Meskipun ada diskusi tentang langkah selanjutnya dalam gencatan senjata, “Israel” telah mengintensifkan serangannya di Gaza.
Menanggapi serangkaian pembunuhan, Hamas telah menulis surat kepada Nickolay Mladenov, utusan “Dewan Perdamaian” Presiden AS Donald Trump. Hamas menyatakan bahwa kepemilikan senjata mereka yang berkelanjutan bukanlah alasan krisis yang terus berlanjut. “Setiap diskusi tentang perlucutan senjata kami hanya boleh dilakukan setelah pasukan ‘Israel’ mundur,” tegas Hamas.
AS dan “Israel” mengatakan bahwa Hamas harus menyerahkan senjata mereka sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata. Tetapi Hamas menolak kesepakatan itu selama pasukan “Israel” terus menduduki Gaza.
Namun, Hamas menegaskan kembali komitmen mereka terhadap gencatan senjata, dan mengatakan mereka menolak untuk melanjutkan ke fase kedua gencatan senjata sebelum syarat-syarat fase pertama dipenuhi.
Gerakan perlawanan itu juga menyatakan bahwa “Israel” gagal memberikan jaminan apa pun mengenai syarat-syarat dan posisinya, sehingga menyulitkan kemajuan gencatan senjata.
Menurut Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza, tentara “Israel” telah membunuh setidaknya 984 warga Palestina sejak gencatan senjata disepakati pada 10 Oktober 2025, sehingga jumlah korban jiwa akibat perang sejak Oktober 2023 mencapai sekitar 72.568.
Kementerian Dalam Negeri Palestina juga mengatakan bahwa setidaknya 27 petugas polisi telah dibunuh oleh “Israel” sejak gencatan senjata Oktober 2025. “Israel” secara teratur menargetkan mereka dalam serangan.
Angka-angka dari Kementerian Kesehatan Gaza juga mengungkapkan bahwa jumlah warga Palestina yang terbunuh akibat pelanggaran gencatan senjata oleh “Israel” telah meningkat lima kali lipat sejak AS dan “Israel” menyepakati gencatan senjata dengan Iran.
Dari tanggal 8 April hingga 24 April, tentara “Israel” telah membunuh 249 warga Palestina dan melukai 212 lainnya. (af)