Meski Diwarnai Ketidakpastian, Ketegangan AS-Iran Bergeser ke Arah Diplomasi
SALAM-ONLINE.COM: Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa dalam 24 jam terakhir, pembicaraan dengan Iran telah “sangat baik”. Menurutnya, kesepakatan untuk mengakhiri perang AS-I”srael” itu secara permanen “sangat mungkin”.
Trump mengatakan bahwa Iran sangat ingin “membuat kesepakatan”. Namun ia menyebut setiap kesepakatan akhir harus memastikan Iran tidak dapat memperoleh senjata nuklir.
“Mereka ingin membuat kesepakatan. Kami telah melakukan pembicaraan yang sangat baik selama 24 jam terakhir, dan sangat mungkin kami akan membuat kesepakatan,” kata Trump di Ruang Oval, Rabu (6/5/2026) seperti dilansir Anadolu.
“Iran tidak dapat memiliki senjata nuklir, dan mereka tidak akan memilikinya, dan mereka telah menyetujuinya.” Benarkah?
Ketika ditanya apakah ada batas waktu yang ditetapkan untuk mencapai kesepakatan, Trump menegaskan bahwa “tidak pernah ada tenggat waktu.”
Trump sebelumnya mengatakan dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi Amerika PBS bahwa kesepakatan tersebut harus melibatkan Iran karena terkait transfer persediaan uranium yang sangat diperkaya langsung ke AS. Dikatakan, Iran wajib mengakhiri semua operasi di fasilitas nuklir bawah tanahnya.
Meskipun Trump menyatakan optimisme bahwa resolusi “sudah sangat dekat”, ia tetap memberikan peringatan keras: “Jika mereka setuju, semuanya selesai, dan jika mereka tidak setuju, kita akan bombardir.” Trump secara eksplisit menolak laporan bahwa kesepakatan tersebut akan memungkinkan Iran untuk mempertahankan pengayaan 3,67%. Menurutnya, ketentuan tersebut bukan bagian dari kerangka kerja saat ini.
Sementara Iran masih belum Mematikan apakah setuju dengan proposal AS itu. Iran menyatakan pada Rabu bahwa proposal AS yang disampaikan melalui mediasi Pakistan masih dalam peninjauan dan Teheran akan mengkomunikasikan posisi akhirnya setelah menyelesaikan penilaian internal.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan kepada kantor berita semi-resmi Iran, ISNA, bahwa proposal AS masih sedang diperiksa dan Iran akan menyampaikan kesimpulannya kepada pihak Pakistan setelah proses peninjauannya selesai.
ISNA juga melaporkan bahwa sebagian isi yang diterbitkan oleh media AS, Axios, mengenai kemungkinan kesepakatan antara Teheran dan Washington adalah “spekulasi media”. Namun, menurut ISNA, tim negosiasi Iran tetap fokus pada masalah “mengakhiri perang sepenuhnya”.
Axios melaporkan bahwa Iran dan AS hampir mencapai kesepakatan awal untuk mengakhiri konflik dan menetapkan parameter untuk negosiasi nuklir yang lebih luas.
Menurut laporan tersebut, Washington mengharapkan respons dari Teheran mengenai beberapa isu utama dalam waktu 48 jam.
Meskipun belum ada kesepakatan akhir yang tercapai, para pejabat AS dilaporkan memandang pembicaraan tersebut sebagai yang paling mendekati kesepakatan awal antara kedua pihak sejak konflik dimulai.
Memorandum yang diusulkan akan menyatakan berakhirnya perang dan menetapkan periode negosiasi 30 hari untuk kesepakatan yang lebih rinci.
Pembicaraan lanjutan akan berfokus pada pembukaan kembali transit melalui Selat Hormuz, pembatasan program nuklir Iran, dan pencabutan sanksi AS.
Islamabad dan Jenewa sedang dipertimbangkan sebagai tempat yang mungkin untuk negosiasi, lapor Axios.
Berdasarkan draf ketentuan tersebut, Iran akan menyetujui moratorium pengayaan uranium. Sementara AS akan secara bertahap melonggarkan sanksi dan melepaskan miliaran dolar dana Iran yang dibekukan.
Kedua belah pihak juga akan melonggarkan pembatasan yang terkait dengan Selat Hormuz, termasuk pembatasan Iran terhadap pengiriman dan blokade angkatan laut AS.
Durasi moratorium pengayaan uranium masih belum diputuskan. Iran awalnya mengusulkan jangka waktu lima tahun, sementara AS menginginkan 20 tahun. (is)
