Prancis Larang Umat Islam Demo Innocence of Muslims dan ‘Kartun Nabi’

Tim Manajemen Redaksi Charlie Hebdo

PARIS (salam-online.com): Katanya negara demokrasi, eh Prancis malah melarang umat Islam untuk berunjuk rasa memprotes film Innocence of Muslim dan penerbitan kembali “kartun Nabi”.

Jika melecehkan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam saja dibolehkan–atas nama kebebasan berekspresi–menentangnya malah dilarang. Begitulah piciknya mereka–kaum anti-Islam.

Seperti diketahui, Mingguan Prancis Charlie Hebdo kembali dengan konyolnya menerbitkan “kartun Nabi”–melecehkan Rasulullah Shallallahu ‘Alahi wa Sallam.

Polisi Prancis telah melarang demo yang rencananya berlangsung Sabtu pekan ini di luar sebuah masjid besar di Ibu Kota Paris. Unjuk rasa ini terkait film Innocence of Muslims dan penerbitan kembali kartun Nabi Muhammad oleh majalah Charlie Hebdo.

Menteri Dalam Negeri Prancis manuel Valls mengatakan akan melarang semua bentuk protes atas kemunculan film anti-Islam dan “kartun Nabi Muhammad”. Akhir pekan lalu terjadi demonstrasi berujung kekerasan di dekat kedutaan Amerika Serikat di Paris.

“Saya tidak akan mengizinkan para demonstran menentang Amerika di jalanan. Saya akan tegas dalam hal ini,” katanya seperti dilansir situs inquisitr.com, Kamis (20/9/2012).

Kabarnya polisi sudah ‘mengamankan’ pemimpin redaksi majalah Charlie Hebdo Stephane Charbonnier alias Charb. Aparat keamanan berjaga-jaga di luar kantor majalah itu. Jangan salah, bukan ditangkap, tapi maksud sebenarnya adalah dilindungi, karena mereka khawatir sang pemimpin redaksi “dieksekusi” akibat kelakuannya.

Sementara itu, demo menentang Innocence of Muslims dan–kini– “kartun Nabi” kian menjalar ke berbagai negara.

Unjuk rasa di Ibu Kota Kabul, Afghanistan, misalnya, mengutuk film dan pemuatan kartun yang menghina Rasulullah itu. Mereka meneriakkan “Mampuslah Prancis, Mampuslah Amerika!”

Di tengah memanasnya situasi Timur Tengah dan Dunia Islam akibat film the Innocence of Muslims yang menghina Nabi Muhammad, majalah satir Prancis, Charlie Hebdo, Rabu (9/9/2012) lalu, malah “menyiram api dengan bensin”, menerbitkan kembali “kartun Nabi Muhammad”.

Majalah ini pernah menerbitkan kartun serupa pada Februari 2006. Akibat tindakan itu, serangan bom molotov menghantam kantor mereka. (isa/salam-online)

Baca Juga
Baca Juga