Rampas Tanah Warga Palestina, Zionis Luncurkan Proyek ‘David City’


Zionis- City of David-jpeg.imageAL-QUDS (SALAM-ONLINE): Ketua Pusat Informasi Wadi Silwan, Jawwad Shayyam, memperingatkan bahaya proses Yahudisasi yang dilakukan penjajah Zionis di Baldah Silwan dan kampung Wadi Halwah Kota Al-Quds. Pembangunan pemukiman Yahudi kali ini sebagai bagian dari penyempurnaan proses penguasaan terhadap Masjid Al-Aqsha. Posisi Baldah Silwan berada di sisi selatan Masjid Al-Aqsha yang sebenarnya sebagai pelindung.

Shayyam menegaskan kepada Pusat Informasi Palestina sebagaimana dikutip Infopalestina.com, Ahad (23/11/2014), bahwa lembaga-lembaga gabungan pemukiman Yahudi El’ad dan Ateret Cohanim mengklaim Baldah Silwan sebagai desa Yahudi sejak 3000 tahun lalu. Padahal sebenarnya Silwan sudah ada sejak 5000 tahun lalu sebagai bagian dari Kota Al-Quds.

Shayyam juga mengatakan, Yahudisasi Silwan terkait langsung dengan proyek Yahudi di Masjid Al-Aqsha. Sebab, penggalian di bawah tanah bermula dari Silwan hingga masjid. Tujuan besar Zionis adalah membangun wacana “telaga suci” dan menguasai Silwan.

Sebagai konsekuensinya, Yahudi akan merampas sejumlah tanah milik warga Palestina di sekitar Al-Quds dan memindahkan sejumlah warga Yahudi ke wilayah itu untuk tinggal sampai jumlah mereka meningkat 10 persen. Dengan demikian, penjajah itu berharap, warga Yahudi akan menjadi mayoritas di kawasan Kota Tua dan wilayah sekitarnya di Silwan.

Yayasan Yahudi El’ad dan Ateret Cohanim bekerja sejak tahun 1967 untuk proyek Yahudisasi dan mengubah simbol-simbol Kota Al-Quds, Baldah Silwan dan kampung Wadi Halwah. Mereka akan membangun kota besar yang disebut David City yang mereka klaim sudah ada sejak 3000 tahun lalu sehingga mereka merasa berhak tinggal di sana. Dalam proyek besar ini, mereka ingin mengubah kampung Bustan Palestina menjadi taman King David.

Shayyam mengisyaratkan, saat ini sudah ada 29 titik (cluster) konsentrasi pemukiman Yahudi di Silwan yang berisi 80 unit hunian. Ia menilai, lembaga El’ad dan Aterat Cohanim, dengan bantuan penjajah itu berhasil menguasai 35 persen lahan Wadi Halwa. Meski pun mereka tidak memenuhi target menambah jumlah warga Yahudi di Silwan sampai 65 persen di tahun 2012. Hal itu disebabkan warga Palestina terus melakukan perlawanan setiap hari sehingga terlibat bentrok dengan pasukan penjajah Zionis.

Al-Quds-city-of-david-jpeg.imageSelain itu, kedua lembaga Yahudi tersebut sebulan yang lalu berhasil menguasai 30 flat apartemen di kampung Wadi Halwah. Hal itu dilakukan dengan menggunakan undang-undang Zionis yang merampas aset warga yang tidak ada di tempat. (at/infopalestina.com)

salam-online