Picu Perdebatan dan Kecaman, Pemimpin Oposisi ‘Israel’ Kampanye di Siprus Gunakan Papan Reklame

SALAM-ONLINE.COM: Pemimpin oposisi “Israel”, Gadi Eisenkot, mendapat kecaman terkait papan reklame kampanye pemilu yang dipublikasikannya di Siprus. Papan kampanye ini menargetkan turis dan ekspatriat “Israel” di Siprus.
Gambar yang dibagikan oleh anggota parlemen Siprus, Fidias Panayiotou, pada Ahad (26/7/2026) lalu menunjukkan papan reklame dalam bahasa Ibrani yang menampilkan foto Eisenkot di samping pesan yang berbunyi: “Warga ‘Israel’, nikmati! Kalian pantas mendapatkannya!”
Papan reklame kampanye ini dapat dilihat oleh para turis yang meninggalkan bandara Larnaca.
Bagi mereka yang menuju bandara, pesan kedua berbunyi: “Bersenang-senang? Sekarang kembalilah dan menangkan!”
“Foto ini tidak diambil di ‘Israel’, tetapi di negara saya, Siprus,” kata Panayiotou. “Ini sama sekali tidak benar. Kita harus membela kedaulatan Siprus.”
Siprus adalah tujuan liburan utama bagi warga “Israel”, yang merupakan kelompok pengunjung terbesar kedua di pulau itu pada tahun 2025.
Sejak perang genosida “Israel” di Gaza dan perang-perang berikutnya di Iran dan Lebanon, Siprus telah mengalami peningkatan jumlah wisatawan dan p “Israel”.
Baik warga Siprus maupun “Israel” juga mempertanyakan alasan di balik kampanye pemilu “Israel” mendatang di luar negeri.
Dalam sebuah video yang dibagikan di TikTok, Panayiotou menyebut langkah tersebut “sangat mengkhawatirkan” dan “tidak dapat diterima”. Ia mengusulkan undang-undang yang akan melarang negara-negara di luar Uni Eropa untuk mempromosikan kampanye pemilunya di Siprus.
Komentarnya mencerminkan perdebatan yang lebih luas karena dipicu oleh insiden tersebut.
Melanie Steliou, seorang aktris dan aktivis politik, menulis: “Papan iklan yang mempromosikan real estat dalam bahasa Ibrani telah menjadi hal yang biasa di Siprus. Pada saat kekhawatiran meningkat atas pembelian lahan dan properti skala besar oleh warga ‘Israel’ di Limassol, Paphos, dan Larnaca, gambar reklame ini menimbulkan pertanyaan yang sah tentang batasan pengaruh ekonomi dan politik asing di ruang publik Republik Siprus.”
“Apakah ada yang mengharapkan untuk melihat papan iklan kampanye bagi politisi Siprus atau Yunani di jalan raya di Inggris, Jerman, Spanyol, atau Irlandia?” tambahnya.
Bersamaan dengan peningkatan kehadiran “Israel” di Siprus, memang, kedua pihak telah memperkuat hubungan politik dan keamanan mereka dan juga fokus pada hubungan ekonomi. Karenanya, kehadiran pialang dan pengusaha properti/real estat “Israel” mengalami peningkatan di pulau ini, khususnya di Larnaca.
Siprus juga menyediakan wilayah udara bagi “Israel” untuk latihan militer. Awal tahun ini, “Israel” dan Siprus memperdalam kerja sama militer mereka, bersama dengan Yunani, dalam kesepakatan trilateral.
Ketika beberapa pengguna media sosial (netizen) Siprus menyatakan kekhawatiran tentang apa yang mungkin diwakili oleh papan reklame kampanye tersebut, rasa frustrasi juga menyebar di unggahan media sosial berbahasa Ibrani. Sejumlah warga “Israel” mengkritik Eisenkot karena membawa masalah politik “Israel” ke panggung internasional.
“Papan iklan ini… hanya memicu konspirasi bahwa ‘Israel’ menaklukkan Siprus,” kata seorang warganet Siprus. “Turunkan papan iklan itu,” serunya.
Cyprus Mail melaporkan bahwa Niche Advertising, kelompok yang bertanggung jawab menyewakan papan iklan tersebut kepada pengiklan, mengatakan bahwa mereka tidak mendukung Eisenkot — mantan kepala angkatan darat “Israel” dan eks menteri dalam negeri Netanyahu — atau partainya secara politik. “Ruang (iklan) tersebut telah dibeli sebagai pemesanan komersial,” kata penanggung jawab usaha advertising itu.
Popularitas Eisenkot Meningkat
Popularitas Eisenkot yang meningkat, merumuskan doktrin Dahieh yang yang menyarankan penggunaan kekuatan yang tidak proporsional terhadap warga sipil dan infrastruktur sipil di daerah-daerah di mana kelompok bersenjata diduga beroperasi.
Eisenkot — mantan kepala angkatan darat “Israel” dan eks menteri dalam negeri Netanyahu (2023-2024) — pada Juni lalu mengumumkan dalam kampanyenya sebagai pemimpin partai Yashar (yang berarti lurus ke depan dalam bahasa Ibrani).
Eisenkot berjanji untuk memperluas angkatan darat “Israel” dan mengkritik “kekacauan” yang disebabkan oleh rezim Netanyahu setelah serangan 7 Oktober 2023 terhadap “Israel” oleh sayap bersenjata Hamas (Brigade Izzuddin Al-Qossam).
Ia juga berjanji untuk memerintahkan penyelidikan atas serangan tersebut, sebuah langkah populer di kalangan warga “Israel”.
Hal ini telah menempatkan Eisenkot di posisi teratas di antara pemilih “Israel”. Jajak pendapat yang ditayangkan Channel 12 baru-baru ini mengungkapkan bahwa 43 persen responden memandang Eisenkot sebagai kandidat yang disukai untuk perdana menteri, dibandingkan dengan 34 persen yang mendukung Netanyahu.
Yashar diprediksi akan memenangkan 23 kursi di Knesset (parlemen “Israel”). Sementara partai Likud Netanyahu diperkirakan akan memenangkan 22 kursi.
Harian “Israel”, Haaretz melaporkan pekan lalu bahwa rezim Netanyahu sedang mencari cara untuk membatasi jumlah warga “Israel” yang tinggal di luar negeri untuk kembali ke negara itu pada pemilu Oktober mendatang. Rezim Netanyahu khawatir mereka akan memilih partai oposisi pimpinan Eisenkot tersebut.
Saat Netanyahu dan oposisinya memperebutkan masa depan kepemimpinan “Israel”, calon pemilih yang tinggal di luar negeri jadi medan pertempuran utama.
Middle East Eye (MEE) dalam laporannya, Senin (27/7) berupaya menghubungi Eisenkot dan Komisi Tinggi Siprus di London untuk meminta tanggapannya, tetapi tidak dapat respons hingga berita ini dipublikasikan.
Republik Siprus dan “Israel”. Keduanya memiliki hubungan yang erat. Bekerja sama di bidang pertahanan dan keamanan, ekonomi, energi dan pariwisata.
Siprus bisa dibilang seperti “negara kedua” bagi warga “Israel”.
Dengan semakin banyaknya warga “Israel” yang membeli properti di pulau itu dan laporan tentang peningkatan papan iklan properti dalam bahasa Ibrani, iklan-iklan tersebut menyebabkan sejumlah warga Siprus di media sosial mempertanyakan potensi dampak pesan politik asing di Siprus.
Republik Siprus yang terletak di selatan kepulauan itu mayoritas penduduknya berbahasa Yunani dan menganut Kristen Ortodoks. Budayanya lebih dekat ke Yunani.
Seperti Yunani yang juga dekat dengan “Israel”, maka di Siprus pun berkeliaran agen Mossad, sehingga ketika pemerintah Indonesia mendeportasi seorang ustadz, akademisi dan aktivis/warga Palestina Dr. Abdul Karim Raed Miqdad ke Siprus, banyak yang khawatir Dr. Miqdad akan diekstradisi ke “Israel”:karena kedekatan hubungan antara penjajah tersebut dengan Siprus.
Sementara Siprus utara mayoritas penduduknya adalah Muslim, berbahasa Turki. Budaya dan gaya hidupnya pun seperti Turki. Termasuk mata uangnya adalah Lira Turki.
Wilayah ini bernama Republik Turki Siprus Utara (TRNC). Menjalankan pemerintahan, pemilihan umum dan undang-undang sendiri. Turki adalah satu-satunya negara yang mengakui kedaulatan negara ini.
Turki menjaga wilayah ini dengan puluhan ribu tentaranya. Karenanya, Siprus utara bergantung pada bantuan keuangan dan pasokan dari Turki. Urusan luar negeri Siprus utara pun dikoordinasikan lewat Turki.
Siprus utara dipimpin oleh seorang presiden. Presidennya saat ini adalah Tufan Erhurman yang terpilih memimpin sejak Oktober 2025. ((is)
