Bela Palestina Terkait Permukiman ilegal ‘Israel’, PM Burnham: ‘Inggris Harus Melawan Ketidakadilan’

Perdana Menteri Inggris Andy Burnham: Melawan Ketidakadilan “Israel” di Palestina

SALAM-ONLINE.COM: Inggris harus “memiliki pendirian yang tegas,” ujar Perdana Menteri Andy Burnham di hadapan parlemen pada Rabu (9/9/2026) saat membela keputusan pemerintahnya untuk menolak impor dari permukiman ilegal “Israel” di wilayah pendudukan Tepi Barat, Palestina.

Burnham, yang telah menjabat perdana menteri Inggris sejak Juli lalu mengatakan bahwa kepemimpinan berarti mengambil tindakan ketika terjadi ketidakadilan. “Ketika kita perlu memperbaiki ketimpangan, serta saat orang-orang terusir dari rumah mereka,” ujarnya.

“Di dunia yang sulit dan berbahaya ini, Inggris harus memiliki pendirian yang jelas.”

Larangan impor dari produk permukiman ilegal “Israel” tersebut—yang diumumkan pada Selasa (8/9) oleh Menteri Luar Negeri Ed Miliband bersamaan dengan langkah-langkah yang menyasar perusahaan dan individu yang terkait dengan permukiman—menandai salah satu perubahan kebijakan paling signifikan Inggris terhadap “Israel” dalam beberapa tahun terakhir.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya terkoordinasi bersama Prancis dan Kanada untuk menekan “Israel” terkait perluasan permukiman, yang menurut negara-negara tersebut mengancam solusi dua negara.

“Israel” bereaksi dengan marah atas sanksi tersebut. Sebagai tindakan balasan, “Israel” memerintahkan penutupan konsulat Inggris di Yerusalem Timur dan melarang 12 warga Inggris memasuki wilayahnya.

Baca Juga

Menteri Luar Negeri “Israel”, Gideon Saar, mengatakan bahwa ia telah menyampaikan terima kasih kepada Kemi Badenoch—pemimpin Partai Konservatif yang merupakan oposisi Inggris—atas kritik yang ia sampaikan terhadap langkah tersebut.

Dalam tulisannya di surat kabar The Sun, Badenoch menyatakan bahwa pemerintah Partai Buruh “lebih mengutamakan kepentingan politik partainya sendiri dibandingkan kepentingan nasional kita.”

Namun, ia menghindari pembahasan isu tersebut saat memiliki kesempatan untuk mengajukan pertanyaan kepada Burnham pada Rabu, dan justru memilih untuk berfokus pada masalah anggaran pertahanan.

Tetapi, Burnham bertekad untuk menyoroti langkah nyata terkait isu yang telah lama disuarakan oleh banyak anggota parlemen dari pihaknya.

“Kami akan senantiasa berpihak pada pihak yang lemah dan melakukan segala upaya untuk mendukung mereka,” ujarnya.

“Itulah wujud kepemimpinan di panggung dunia; Inggris tetap setia pada jati diri dan prinsip yang selama ini dipegangnya,” ucapnya diiringi sorak-sorai para anggota parlemen. (is)

Baca Juga