Bela Argentina, Menteri Penjajah Desak ‘Israel’ Beri Sanksi Inggris Terkait Kepulauan Falkland, Ini Penyebabnya

Menteri ekstremis Yahudi (penjajah), Itamar Ben Gvir & Bezalel Smotrich yang mendesak Netanyahu beri sanksi Inggris, setelah negara Eropa ini mau berlakukan larangan perdagangan di permukiman ilegal “Israel” di Palestina

SALAM-ONLINE.COM: Dua Menteri ekstremis penjajah, Itamar Ben Gvir dan Bezalel Smotrich, mendesak “Israel” untuk menjatuhkan sanksi terhadap Inggris terkait Kepulauan Falkland. Sikap ini sebagai balasan terhadap pemerintah Inggris yang akan mengumumkan larangan perdagangan terhadap permukiman ilegal “Israel” di wilayah Palestina yang diduduki/dijajah.

Smotrich, Menteri Keuangan penjajah, menyerukan pengusiran duta besar Inggris untuk “Israel”. “Kami tidak akan menjadi keset yang diinjak-injak oleh pemerintah yang antisemitis (benci dan memusuhi Yahudi)—di negara yang telah dikuasai oleh Islam radikal dan berusaha menyelamatkan diri dari kemerosotan ekonomi serta sosial dengan menyerang orang Yahudi dan ‘Israel’. Mandat Inggris di Tanah ‘Israel’ sudah berakhir,” kata Smotrich seperti dilansir Middle East Eye (MEE), Selasa (8/9/2026).

Ben Gvir, Menteri Keamanan penjajah mengunggah pernyataan di platform X dalam bahasa Spanyol yang mendesak Perdana Menteri penjajah Benjamin Netanyahu untuk menjatuhkan sanksi terhadap Inggris atas “pendudukan” mereka terhadap Kepulauan Falkland.

Ben Gvir menulis: “Sudah saatnya ‘Israel’ secara terbuka mengakui bahwa Kepulauan Malvinas (nama Argentina untuk Kepulauan Falkland) adalah wilayah Argentina yang sedang diduduki, yang direbut secara paksa oleh Inggris dari rakyat Argentina.

“Inggris tidak hanya sekadar menduduki wilayah tersebut; mereka juga melakukan pengeboran minyak di sana dan merampas keuntungan finansialnya dari rakyat Argentina,” katanya.

Ben Gvir mendesak Netanyahu untuk mengakui kedaulatan Argentina atas Kepulauan Malvinas dan menjatuhkan sanksi terhadap Inggris selama pendudukan tersebut berlangsung.

Baik Argentina maupun Inggris sama-sama mengklaim kedaulatan atas kepulauan di Atlantik Selatan tersebut, namun sebagian besar dari 3.600 penduduk wilayah itu mendukung kekuasaan Inggris.

Pekan lalu, Presiden Argentina Javier Milei menyatakan bahwa kedaulatan nasional Argentina telah “dilanggar”. Milei mengatakaan bahwa negaranya akan mempertahankan kepentingannya “habis-habisan, tanpa mempedulikan siapa pun yang merasa terganggu”.

Baca Juga

Milei juga mengancam akan menjatuhkan sanksi terhadap perusahaan minyak yang berupaya melakukan pengeboran di sekitar Kepulauan Falkland, seraya menambahkan bahwa “angin perubahan” berpihak pada klaim Argentina atas wilayah tersebut.

Presiden AS Donald Trump pekan lalu mengisyaratkan bahwa ia tidak akan mendukung Inggris jika Argentina menginvasi Kepulauan Falkland.

Seruan dari Ben Gvir dan Smotrich tersebut dipahami sebagai reaksi atas rencana Inggris untuk mengumumkan serangkaian kebijakan yang menyasar permukiman “Israel” pada Selasa (8/9), termasuk larangan perdagangan.

Perdana Menteri Inggris Andy Burnham

Pekan lalu, “Israel” mengancam akan melakukan tindakan balasan terhadap Inggris. Menteri Luar Negeri penjajah Gideon Saar memperingatkan: “Jika Inggris bertindak melawan ‘Israel’, maka ‘Israel’ akan bertindak melawan Inggris,” ancamnya.

Perdana Menteri Inggris Andy Burnham belum membicarakan soal ini kepada “Israel” sejak ia menjabat sebagai perdana menteri pada Juli lalu.

Burnham dilaporkan para Senin sore telah memberikan penjelasan kepada Trump mengenai rencananya untuk menjatuhkan sanksi terhadap “Israel”. Pemerintahan Trump diketahui sangat menentang pendekatan yang diambil pemerintah Inggris tersebut.

Ketegangan antara Inggris dan “Israel” kemungkinan akan meningkat. (is)

Baca Juga