IAEA Konfirmasi, Suriah di Era Rezim Assad Bangun Reaktor Nuklir

SALAM-ONLINE.COM: Badan pengawas nuklir PBB menyatakan bahwa sebuah lokasi di Suriah memiliki infrastruktur yang sesuai dengan karakteristik reaktor nuklir. Dari sini disimpulkan bahwa mantan rezim Basyar Assad gagal melaporkan material, fasilitas, dan kegiatan nuklir sebagaimana diwajibkan dalam ketentuan pengamanan internasional.
Dilansir Daily Sabah, Selasa (1/9/2026), pada bulan lalu, para inspektur dari Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) mengunjungi dua lokasi tersebut. Pertama di Deir el-Zour. Lokasi kedua terkait dengan material nuklir yang diidentifikasi oleh pihak Suriah.
IAEA menyatakan, hasil pengamatan di lokasi Deir el-Zour mengonfirmasi bahwa infrastruktur pendingin yang baru ditemukan itu sesuai dengan karakteristik reaktor nuklir.
Badan tersebut menyatakan akan terus memantau kegiatan di lokasi itu seiring dengan berlanjutnya pekerjaan penggalian.
“Berdasarkan informasi yang diberikan oleh pemerintah Suriah dan hasil kegiatan verifikasi IAEA di beberapa lokasi di Suriah, badan tersebut dapat memastikan bahwa mantan otoritas Suriah (rezim Assad) telah gagal melaporkan material, fasilitas, dan kegiatan nuklir,” demikian pernyataan badan tersebut.
Dalam laporan itu, Kepala IAEA Rafael Grossi menyambut baik transparansi dan kerja sama Suriah dengan badan tersebut.
“Suriah telah mengambil langkah-langkah untuk memperbaiki situasi dengan menyerahkan laporan akuntansi bahan nuklir serta informasi desain yang diperlukan bagi fasilitas-fasilitas tersebut kepada badan itu,” demikian bunyi laporan tersebut.
Bulan lalu di Damaskus, Grossi menyatakan bahwa para inspektur IAEA telah menemukan beberapa ton bahan nuklir di Suriah. Tepatnya di sebuah lokasi yang dilaporkan oleh Damaskus kepada badan tersebut pada bulan yang sama.
Ia memuji “keputusan berani” Damaskus untuk melaporkan lokasi yang sebelumnya tidak diungkapkan itu, yang keberadaannya bermula sejak masa rezim yang telah digulingkan, Basyar Assad. (is)