Saat Negosiasi, Massa GIDI Pukul Dada Kapolres dan Memintanya Melepas Kopiah yang Dipakainya


Papua-Tragedi Tolikara-9-jpeg.image

Tragedi Tolikara, Jumat (17/7/2015)

TOLIKARA (SALAM-ONLINE): Kapolres Tolikara AKBP Suroso, SH mengungkapkan saat negosiasi dengan massa pemuda dari Gereja Injili di Indonesia (GIDI)—yang merupakan para peserta Seminar Internasional Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR)—pada Jum’at (17/7) saat pelaksanaan shalat Id, ia diminta untuk melepaskan songkok (kopiah atau peci, red) yang dipakainya. Kapolres saat itu memang mengenakan kopiah karena pagi itu mengikuti pelaksanaan shalat Id.

“Saya disuruh untuk melepas songkok. Dan saya juga dipukul sekali di dada,” kata AKBP Suroso, SH kepada wartawan di Kantor Polres Tolikara, Sabtu (25/7) yang juga dihadiri anggota Jurnalis Islam Bersatu (JITU), Achmad Fazeri.

Bahkan AKBP Suroso, SH menuturkan, dalam negosiasi itu, Bupati Tolikara Usman Winambo juga didorong-dorong dan ditunjuk-tunjuk oleh massa GIDI. Namun usai kejadian pendorongan itu, Usman Winambo menghilang entah ke mana.

“Pak Bupati ke mana saya tidak tahu. Kabarnya Pak Bupati itu pulang ke rumah setelah didorong-dorong,” imbuh AKBP Suroso yang ada saat tragedi berlangsung.

AKBP Suroso mengatakan, Bupati Usman memang ikut membantu untuk melakukan negosiasi dan menghalau, tetapi ia sudah tidak dianggap lagi oleh massa GIDI yang merupakan peserta KKR Seminar Internasional itu.

“Bisa jadi massa yang melakukan aksi itu bukan dari pemuda gereja GIDI Tolikara tetapi dari wliayah luar Tolikara. Sebab kalau orang sekitar Tolikara itu mereka pasti tahu dan kenal saya. Meskipun saya pakai kaos, atau tidak pakai baju dinas,” papar AKBP Suroso.

“Tetapi yang jelas itu kan massa dari gabungan dari gereja-gereja GIDI di seluruh Indonesia,” tegas AKBP Suroso.

Untuk itu, dalam kesimpulan sementaranya, AKBP Suroso menegaskan, bisa jadi aksi anarkis massa dari pemuda gereja GIDI itu juga akibat provokasi dari pihak di luar gereja GIDI Karubaga, Tolikara.

Seperti diketahui, pada Jum’at (17/7) sekelompok massa melempari batu ke arah kaum Muslimin yang tengah Shalat Idul Fitri di halaman Koramil dan membakar rumah, kios-kios milik umat Islam dan Masjid. Jamaah shalat Id pun berhamburan membubarkan diri. [Laporan Achmad Fazeri/JITU]