Berpihak pada yang Benar

Ustadz Fahmi Salim: “Umat Islam Saat Ini Tengah Dilanda Penyakit Mematikan Bernama Wahn”

Jpeg
Ustadz Fahmi Salim, MA, saat menyampaikan orasinya di depan ribuan jamaah pada Tabligh Akbar Kemanusiaan tentang Suriah & Palestina, Ahad (1/11) di Masjid Baitul Ihsan Bank Indonesia, Jakarta (Foto: EZ/salam-online)

JAKARTA (SALAM-ONLINE): Umat Islam saat ini tengah ditimpa penyakit berbahaya dan juga mematikan, bernama wahn—cinta dunia, benci atau takut mati. Penyakit Wahn ini diungkap oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lebih dari 14 abad yang lalu.

Rasulullah menggambarkan suatu saat umat Islam akan ditimpa penyakit jenis ini, sehingga kualitasnya seperti buih di atas laut yang habis ditiup angin, apalagi digulung ombak. Itu lantaran kecenderungan, kegandrungan dan silau terhadap dunia, sehingga takut mati, bahkan benci dengan mati. Banyak di antara umat Islam yang akhirnya lalai sehingga melupakan masa depannya di akhirat.

Wahn, penyakit yang melanda umat Islam saat ini. Penyakit yang dapat mematikan ruh jihad, mematikan ruh dakwah dan mematikan ruh persatuan maupun kesatuan. Cinta kepada dunia dan takut mati,”ujar Sekretaris Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ustadz Fahmi Salim, MA dalam orasinya di depan ribuan jamaah pada acara Tabligh Akbar yang bertajuk ‘Doa dan Cinta untuk Kemanusiaan di Syam’, di Masjid Baitul Ihsan Bank Indonesia, Jakarta, Ahad (1/11).

Berbicara Suriah dan Palestina, Fahmi Salim dalam orasinya mengajak umat Islam untuk fokus mengirimkan doa kepada kaum Muslimin di Suriah dan Palestina yang terus-menerus mendapatkan gempuran dari musuh-musuh Allah.

“Kita fokuskan dengan mengirim doa bagi umat Islam di Suriah dan Palestina agar Allah memberikan kekuatan kepada mereka dan mampu mengalahkan musuh-musuh Allah,” tandas alumnus Universitas Al Azhar Mesir ini.

“Kami mengutuk keras intervensi yang dilakukan oleh negara-negara seperti Rusia dan Iran yang mereka klaim memerangi ISIS, tetapi sampai saat ini justru menunjukkan bukanlah ISIS yang menjadi target pembumihangusan itu,” kata Wasekjen MIUMI Pusat ini merespon kondisi saat ini di Suriah.

Selain Fahmi Salim, orasi juga disampaikan oleh Sekjen MIUMI Ustadz Bachtiar Nasir, Ketua Ikatan Ulama dan Dai Asia Tenggara Ustadz Zaitun Rasmin, dai asal Papua Ustadz Fadzlan Garamatan dan aktivis dakwah Peggy Melati Sukma.

Sebelum Tabligh Akbar, digelar Konferensi Pers di Aula Masjid Baitul Ihsan Bank Indonesia terkait kondisi terkini Suriah dan Palestina. (EZ/salam-online)

Anda mungkin juga berminat