ICAF Nilai Kinerja Densus 88 Berantas ‘Terorisme’ Sudah Salah Kaprah

Jpeg
Diskusi Publik dengan fokus Densus 88 & RUU Terorisme di Gedung Joang, Rabu, 23 Maret 2016 (Foto: EZ/salam-online)

JAKARTA (SALAM-ONLINE): Koordinator Indonesian Crime Analyst Forum (ICAF) Mustofa B. Nahrawardaya menilai kinerja Densus 88 salah kaprah dalam memberantas “terorisme” di Indonesia.

“Pemberantasan ‘terorisme’ yang dilakukan Densus 88 ini salah kaprah, ini justru akan menambah ‘terorisme’ baru. Cara seperti ini tentu tidak sehat, kita itu harus kritis menyikapinya,” ujar Mustofa dalam diskusi publik “Densus 88 & RUU Terorisme Membidik Islam?” di Gedung Joang, Jakarta, Rabu (23/3).

Menurut Mustofa, banyaknya aktivis Islam yang ditembak mati tanpa proses pengadilan merupakan penindakan hukum di luar sistem pengadilan.

“Itu namanya pengadilan di luar sistem pengadilan, buat aturan hukum sendiri,” kata Mustofa.

Baca Juga

Jika seperti itu, ujarnya, bagaimana mungkin anggaran Densus 88 ditambah menjadi 1,9 triliun jika kinerjanya belum maksimal dalam memberantas “terorisme”.

“Belum ditambah saja anggarannya kerjanya seperti itu, bagaimana jika anggaran Densus ditambah, bisa disalahgunakan. Saya meminta Densus 88 ini diaudit, dievaluasi, jika tidak, dibubarkan saja densus dan dikembalikan kepada brimob,” tegasnya.

Mustofa mengungkap kasus seperti yang dialami Siyono baru-baru ini sudah sering terjadi. Ia mengatakan, bukan kali ini saja Densus 88 melakukan tindakan kekerasan terhadap orang yang “terduga teroris”.

“Saya punya banyak buktinya kok kekerasan yang dilakukan Densus 88. Bagaimana mungkin orang tidak bersalah ditembak mati. Saya melihat ini semua proyek, kalo gak ada uang gak ada kerjanya Densus,” jelasnya. (EZ/salam-online)

Baca Juga