Taufiq Ismail: “Sembunyi di Balik Semboyan Demokrasi, Komunis Masih Ancam Indonesia”

Taufiq Ismail-4
Taufiq Ismail

JAKARTA (SALAM-ONLINE): Budayawan dan penyair Taufiq Ismail memandang perlunya mengkaji alur sejarah Partai Komunis Indonesia (PKI). Ia mengatakan alur sejarah PKI dapat dilihat sejak tahun 1927, tahun 1948 dan 1965.

“Sejarah kelam, sejarah gelap dari komunisme dunia itu harus disampaikan kepada rakyat. Selama 74 tahun ideologi ini telah menjagal dan membunuh 120 juta manusia di 76 negara, sehingga setiap hari mereka membunuh sebanyak 4.500 orang selama 74 tahun,” ungkap Taufiq Ismail kepada salam-online saat ditemui di Taman Ismail Marzuki (TIM), Selasa (29/3).

Ia menyebut angka-angka itu diperoleh dari hasil penelitian. Menurutnya, setidaknya lima ahli sejarah membuktikan hal itu.

“Ideologi seperti ini harus disampaikan kepada rakyat. Ideologi ini haus akan darah. Kebiasaan mereka adalah berdusta, memutarbalikkan fakta, menipu, menyebarkan desas desus, membunuh, membantai. Itu dibolehkan oleh partai, karena tujuan partai merebut kekuasaan dengan berdarah,” ungkap Taufiq.

Baca Juga

Dengan bersembunyi di balik semboyan demokrasi, ujar Taufiq, paham komunis masih rawan mengancam bangsa Indonesia. Ia menyebut upaya sejumlah pihak untuk mengganti Pancasila dengan ideologi komunis telah berulangkali terjadi di Indonesia, terhitung pada 1926, 1946, 1948 dan 1965.

Meski tidak lagi muncul sebagai sebuah partai karena telah dilarang secara resmi oleh pemerintah, lanjut Taufik, namun ideologi komunis hingga kini masih ada dan berkembang di Indonesia. Bahkan, sampai saat ini ada beberapa tokoh yang masih gigih menghidupkan kembali paham tersebut.

“Masih ada, memang tidak muncul sebagai partai karena tidak diperbolehkan. Akan tetapi sebagai ide masih ada, dalam suasana yang liberalistis dan demokratis seperti sekarang,” tutup Taufik. (EZ/salam-online)

Baca Juga