KontraS Sebut Komnas HAM dan Muhammadiyah Profesional dalam Tangani Kasus Siyono

JAKARTA, 11/3 - KEKERASAN DENSUS 88. Koordinator Kontras, Haris Azhar (kiri) bersama Wakil kordinator kontras, Syamsul Agus Alam (kanan) memberikan keterangan kepada wartawan terkait tindak kekerasan yang dilakukan Densus 88, di kantor Kontras, Jakarta, Senin (11/3). Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) mendesak pemerintah agar membentuk tim penyelidik independen atas rangkaian peristiwa tindak kekerasan oleh Densus 88 dalam operasi Sogili di Poso segera. FOTO ANTARA/Reno Esnir/Koz/ama/13.
Haris Azhar

JAKARTA (SALAM-ONLINE): Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Haris Azhar mengatakan apa yang dilakukan oleh Komnas HAM dalam mengambil langkah membantu keluarga almarhum Siyono perlu diapresiasi.

Ia menilai langkah-langkah yang diambil Komnas HAM bersama muhammadiyah merupakan tindakan profesional.

“Tindakan forensik itu merupakan langkah profesional, mudah-mudahan bisa menjadi cermin, bukan hanya ke depan akan tetapi melihat juga ke belakang untuk dapat menegakkan hukum,” paparnya saat menghadiri konferensi pers di Kantor Komnas HAM, Senin (11/4).

Baca Juga

Haris berharap kasus kematian Siyono yang dipenuhi dengan kejanggalan jadi cermin dan evaluasi besar bagi kepolisian.

“Ini harus jadi cerminan, jangan ada lagi kejahatan kemanusiaan yang dilakukan oleh aparat kepolisian, dan ini menjadi tugas bersama antara pemerintah dan masyarakat sipil,” kata Haris. (EZ/salam-online)

Baca Juga