Raja Salman Sebut Iran Berusaha Politisir Ibadah Haji

MINA (SALAM-ONLINE): Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz al-Saud menegaskan bahwa ibadah haji tidak boleh digunakan untuk mencapai tujuan politik dan paham sektarian.
Raja Salman seperti dilansir Reuters, Selasa (13/9), mengatakan hal ini setelah pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei mengeluarkan pernyataan terkait dengan pengelolaan ibadah haji.
Berbicara kepada para pejabat dari negara-negara Muslim di Mina, Selasa (13/9), Raja Salman mengingatkan umat Islam harus bersatu untuk melawan tuduhan yang disebutnya sebagai sebuah epidemi “ekstremisme” yang dilakukan Iran.
Raja menilai, Iran sedang berusaha mempolitisir ibadah haji dengan mengeluarkan pernyataan perpecahan. Pernyataan agitatif Khamenei itu sudah dikeluarkan sejak pelaksanaan ibadah haji tahun lalu.
Khamenei dalam pesan yang diterbitkan pada pekan lalu, menyatakan bahwa Saudi telah “membunuh” sejumlah warga Iran. Itu, menurutnya, menggambarkan bahwa penguasa Saudi tak bertuhan dan beragama.
Mufti Syaikh Abdulaziz Al-Asheikh mengatakan, para pemimpin Iran melihat Muslim (Sunni) sebagai musuh mereka. Dia mengaku tidak terkejut dengan pernyataan Khamenei itu.
“Kerajaan benar-benar menolak bahwa ibadah haji ini ternyata untuk mencapai tujuan politik atau perselisihan sektarian,” katanya.
“Kita harus memahami bahwa mereka bukan Muslim. Permusuhan lama mereka terhadap Muslim dan musuh utama mereka adalah pengikut Sunnah,” ungkapnya.
Ketegangan antara kedua negara telah meningkat sejak Saudi memutuskan hubungan dengan Iran pada Januari lalu menyusul penyerbuan terhadan kedutaan besarnya di Teheran. (EZ/salam-online)
Sumber: Reuters